Tampilkan postingan dengan label peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peristiwa. Tampilkan semua postingan

5 September 2012

Yuk, tentang Hijrah lagi

Memangnya bicara hijrah, bicara momentum? 
Padahal sejatinya, hijrah bisa dibicarakan dan dilakukan setiap saat.

Status BB seorang teman tentang hijrah dari kehidupan yang "ah entahlah, susah di definisikan." kemudian berhijrah ke,"sekarang sudah pasti dan terus bergerak." Membuat saya yakin, kita butuh kata -hijrah- ini untuk terus move on..berjuang ke depan...merubah sesuatu yang bisa jadi jelek, kurang, atau salah di waktu sebelumnya. 
Dan kemudian -berpindah, beralih, bermetamorfosis- menjadi sesuatu yang lebih baik, menambal yang kurang dan memperbaiki kesalahan.

Saat-saat tertentu, terlena oleh rutinitas (sekolah/kerja/aktifitas bisnis), kita lupa menengok seperti apa -makna- apa yang sudah kita lakukan. Hari, minggu dan bulan seolah cepat berlalu. Tak terasa. Sama sekali tak ada perubahan berarti, baik pemikiran, hati maupun amal perbuatan.

Hijrah...berpindah...beralih...bermetamorfosis...

Setiap saat...setiap kita bisa melakukan pilihan ini.


27 Maret 2012

Uang Duduk

Berasa juga jadi anggota dewan (hohoho). Karena apa?

Kursi panas itu ternyata ada. Di rapat tadi, seharian, dari pagi sampai sore...duduk saja..dan keluar dapet deh uang duduk.

Bonusnya, kalau nanya dapet hadiah. Kalau beruntung dapet doorprize yang lebih besar, hehe.

Rapat Anggota Tahunan Koperasi yang seru...heboh..dan menegangkan (terutama pas pengambilan nomor doorprize, haha).

Seperti tahun lalu, tahun ini belum rejekinya dapet hadiah besar ^_^

Ah, tetap senang, insyaAllah

13 Maret 2012

Selasa, 13 Maret 2012

Subhanallah..Allahu Akbar...

Pagi di Cibaligo. Perjanjian manusia yang disaksikan oleh Malaikat kembali mengguncang arsy. (hiks, jadi sedih sekali).

Menjelang siang. Kebahagiaan menyebar. Berlimpah di setiap dada. Bersemayam di hati setiap kami.

Barokallah ema bapa..sakinah hingga akhir nanti..amiin.

saya mencintaimu berdua Lillah, insyaAllah

28 Februari 2012

Baik Sangka

Bukan hanya kepada sesama manusia kita harus baik sangka. Karena Allah mengajarkan bahwa kita harus baik sangka (khusnudzan) dahulu terhadap Allah.

Point pengajian sabtu di Umi Hani kemaren, yang aku copas dari sahabat tersayangku (cause im not there, hiks)..adalah :
1. Hidup tidak selalu sesuai dengan apa yang kita harapkan, yang kita duga.
2. Berusaha untuk baik sangka pada Allah lah, yakin terus..dan hilangkan dzon-dzon (prasangka) buruk dalam lintasan hati kita.
3. Yakin dengan takdir terbaik dari Allah, karena hidup berada dalam sistem dan hukum Allah

Begini ceritanya :
Pagi itu, senin. Di tanjakan menuju kantor. Gigi motor sudah dipasang 2, rem kaki dan pegangan pada stang pun sudah maksimal. Tiba-tiba motor matic milik anak SMU nyalip dari kanan, posisi motorku maju pelan. Saat dia berbelok ke kiri depan, menyenggolah belakang motorna ke bagian depan motorku. Blade itu sungguh berat sodara, aku kehilangan kendali, motor oleng. Dari arah atas, mobil Zebra meluncur pelan. Motorku jatuh, dreetttt....menggarislah mobil itu. Insiden Bapak PNS turun, protes atas kerusakan mobil, sementara diriku harus mengangkat motor yang berat itu, memastikan Rava dalam boncengan baik-baik saja, dan panik karena dari arah depan belakang klakson berbunyi. Macet sudah disana.

Sedih? Iya.
Kesal? Iya.
Kecewa? Iya banget.

Setelah sampai kantor. Fikirku membatin. Ini takdir Allah. Ini takdir Allah. Harus kusikapi. Harus kuyakinkan bahwa ada hikmah di balik kejadian ini.

Kultum di Halaqoh yang kubawakan senin pagi itu di iringi sesak. Ingin menangis rasanya. Tema Khusnudzan ini jadi terasa berat. Saat kesal, saat kecewa, saat ingin bertanya kenapa terjadi. Harus tetap baik sangka pada  anak SMA yang menyenggol, harus baik sangka pada bapak PNS yang menagih janji perbaikan mobilna, harus berbaik sangka kepada Allah yang meng kun fa ya kun kan pagi itu disana.

Berat. Sungguh berat. Dan inilah makna mujahadah.