Tampilkan postingan dengan label refleksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label refleksi. Tampilkan semua postingan

18 September 2012

Bahaya Lisan

I've told u before..don't trus anyone. Hanya Allah yang berhak kita percayai seumur hidup kita.

Orang tak pernah tahu bahaya yang diakibatkan oleh lisan (ucapan) yang tidak terjaga. Sampai diri kita merasakan akibat dari kesalahan yang kita lakukan dengan mulut kita ini. Musibah yang datang, ujian yang bertubi, perasaan yang tidak nyaman, masalah yang berdatangan secara simultan. Penyebabnya cuma satu. Tidak hati-hatinya kita dengan kata-kalimat yang dikeluarkan oleh lisan kita.

Menyakiti.
Merusak.
Membeberkan aib.
Membuka rahasia.
Berkhianat.
Tak Jujur
Bercanda berlebihan.
Ngobrol tak jelas.

Ini berlaku buat siapapun. Tak hanya yang memiliki ilmu, juga yang tidak memiliki ilmu.

Efek dan resikonya adalah : kembali kepada diri kita sendiri. Sungguh dahsyat!

Allah sungguh Maha Adil. Apa yang kita perbuat akan kembali kepada diri kita bisa jadi dalam bentuk yang sama atau bentuk yang lain.

Dan hanya takut serta mohon kepada Allah lah yang akan menyelamatkan lisan kita dari kesia-siaan, dari menyakiti, dari membeberkan aib, dari tak jujur.

(Ya Allah ampuni...ampuni..lisan ini..)

25 Oktober 2011

Tak Ingin Sakit

Gusti...ingin sehat!

Kepala sudah mulai pening.
Hidung sudah mulai mengalir.
Badan sudah mulai meriang.
Otot sudah mulai pegal.
Hati sudah mulai terkontaminasi.

Tak ingin sakit, sungguh!
Ada banyak pr yang mesti kutuntaskan.
1. Keluarga
2. Pekerjaan
3. Bisnis
4. Ibadah
5. Dan lain-lainnya.

Sungguh, tak ingin sakit!

19 Oktober 2011

Dari Manusia

Mengajar private selama 6 tahun ini. Membawa perubahan yang berarti. Memang tidak banyak, tapi "sesuatu" yang ada disini - di hati- terasa berbeda, teras berubah, terasa "lebih".

Kamu-yang memiliki masa lalu 'gelap'.
Kamu-yang pasrah didera keinginan sang  buah hati.
Kamu-yang ditinggalkan dan meninggalkan karena sepotong hati yang lain.
Kamu-yang menjadikan dirimu bagian dari lingkaran kedua di hidupnya.
Kamu-yang berjuang meninggalkan egoisme diri.
Kamu-yang kanakkanak, polos dan apa adanya.
Kamu-yang terpaksa, tersuruh, terbelit dalam lingkaran masalah.
Kamu-yang menapaki setiap hari dengan kebimbangan
Kamu-yang menjadi "diri" orang lain dalam satu tubuh.
Kamu-yang ingin terbang, berlari dan menjauh.
Kamu-yang memiliki khayalan, impian dan cita-cita yang banyak.
Kamu-yang sendu.
Kamu-yang tangguh dalam hidup.
Kamu-yang lelah, letih, dan terkulai.
Kamu-yang siap menjadi apapun.
Kamu-....
Kamu-...
Kamu-...

Mari...kita berbagi. Mari kurampas semua pengalaman dan kehidupanmu. Hingga kita semua berakhir bahagia. Di lahir dan di batin.

Kamu

Aku pernah mengenal sosokmu yang "biasa" itu. Tutur yang sederhana dan tingkah laku yang tak lebay (berlebihan), sungguh seadanya, sewajarnya.
Aku tak pernah bercengkrama denganmu berbilang hari. Mengirim kan muu sms atau ber-telfon berjam-jam. Keberadaanmu hanya ada dalam cerita saja. Tak lebih tak kurang.

Sehari kemarin. Bertemu denganmu. Menyapa (seolah basa-basi). Berbagi senyum dan kabar sekedarnya. Lalu hilang.

Aku tak pernah mendekatimu sejak saat itu, kamu pun demikian.

Hingga...sesaat di waktu itu. Sesaat yang membutakan, sesaat yang menggeramkan, sesaat yang menyebalkan, sesaat yang menggemuruhkan, sesaat yang menyesakkan, sesaat yang memporakporandakan.

Aku tak pernah mengenal sosokmu (hingga) saat itu tiba. Kemudian terhempas. Seiring dengan waktu yang belum bersahabat hingga kini.

Ternyata, masih ada kamu. Disana. Mungkin tak peduli, mungkin menyesali, mungkin biasa saja, mungkin tak terjadi apa-apa, mungkin diam, mungkin membalas, mungkin tidak melakukan apa-apa, mungkin meremehkan, mungkin merasa.

Dan, memang masih kamu adanya. Sewajarnya. Se apa adanya.


Memenuhi Undangan-Nya

Labbaikallah...huma Labbaik..Labbaikalla syarikalaka labbaik..

Duh!

Spechless double jika terngiang lantunan doa diatas..

Berniat kesana (lagi)
Tak hanya ber-UMRAH..juga ber-HAJI

Berniat kesana bersama keluarga...Mamah, Bapak, Ibu, Suami dan saudara-saudaraku yang lainnya..

Berniat ingin menjadi yang ter-MABRUR disana...

Mohon kabulkan Ya Allah! Allohuma Amiin...

Mau!

Ya, saya mau!

Sebenar-benar mau.
Apapun akan dilakukan.
Karena ini keharusan, kewajiban, keinginan, keutuhan, kebersamaan, kekayaan lahir dan ketenangan.

Saya mau walau lelah.Saya mau walau terkulai. Saya mau walau bingung. Saya mau walau resah.

Ah..saya mau!

Menjadi yang terbaik, di sisimu, di sisi-MU!

18 Oktober 2011

Kedua

Aha!

Ada apa dengan "kedua"

Ah, ini hari kedua Rava berada di sekolah yang baru. Betapa senang hatinya. Melaporkan setiap yg terjadi.

Anu, sudah kedua kalina dia tak menepati janji.

Akhirnya kedua temannya melangsungkan pernikahan juga ^_^

Aku merasa jadi prioritas kedua.

Arrrghhhh!!!! Mengapa kamu harus jadi yang kedua.

Ahahaha..seribu makna bagi kedua-kedua ini.

Terlalu CEPAT

Berubah fikiran boleh-boleh saja.
Jika terlalu cepat dan tidak mengkondisikan apapun, ujungnya jadi masalah.
Perlu "tempo" untuk mengatur setiap perubahan fikiran.
Jangan tergesa-gesa. Karena itu salah satu sifat syetan.

Hari ini pengen begini, tak sampai semenit sudah berubah fikiran.
Hari ini memutuskan sesuatu, besok sudah berubah lagi.

Walau hati memang bolak-balik. Setidaknya harus ada "rem" akal untuk bisa me-logika-kan segala sesuatu.

Jangan jadi orang plin-plan

17 Oktober 2011

dendam positif

haha..sepertinya judul buku nya Isa Alamsyah dan Asma Nadia ini lumayan menohokku.

tidak ah. tak mau tergoyah. aku mau dendam saja. biarkan demikian.

orang bilang aku jahat. biar saja.
orang bilang aku menyebalkan. ah, tak apa.
orang bilang kok mau sih melihara dendam. Yeee..ini kan dendamku. suka-suka dong
orang bilang, ga bisa masuk syurga lho kalo masih dendam dan tak memaafkan. hmm...gimana ya?

mulai goyah?

tidak ah. Mau dendam saja.




Alasannya apa?

Boleh tau kan alasannya?
Karena setiap perbuatan, perkataan, sikap dan tindakan selalu berdasar pada sebuah jawaban atas kenapa.
Ga boleh bohong, karena bohong tak akan membantu apapun. Hanya akan saling melukai saja.

Kenapa?
Tak bertanya bagaimana, karena urutan pertanyaan akan dimulai dengan kenapa, bukan bagaimana, kok bisa dan sebagainya.

Bergegaslah.
Setiap waktu membutuhkan jawaban.
Untuk pelajaran.
Untuk kita.
Untuk semua.
Untuk bisa hidup.

(tring..bunyinya tiba juga..kapan? don't know)

16 Oktober 2011

Time Will Heal..

Kata orang ya begitu..setiap ada kesulitan dan ujian yang terlampau berat, dan ingatannya bisa berhari, berbulan, bahkan bertahun..kalimat bijak ,'Time Will  Heal"...jadi kalimat sakti pencerah jiwa. Waktu lah yang akan menyembuhkan setiap luka, kesakitan, kepedihan, kekecewaan, ketidakpercayaan, nyeri yang sangat.

Benar tidak?

Hanya hati yang mampu menjawab. Dan bukan akal yang bisa mengkondisikannya. Karena emosi selalu bergerak, berputar, berpilin dalam hitungan detik di setiap hidup kita.

Mencari berbagai cara untuk melupakan, tidak akan membantu. Dia hadir seperti jejak, seperti bekas, seperti adanya. Yang bisa hanya BERDAMAI dengannya.

Mungkin?

Entah.

13 Oktober 2011

Banyak CARA

Betul!
Kalo mau pinter, banyak cara ternyata untuk bisa belajar, GRATISS!
1. Baca koran di perpustakaan.
2. Pinjam buku teman (hehe, gw banget)
3. Browsing pake internet yang di area hotspot gratis..(asyik)
4. Googling deh situs/web temen yg punya blog 'enak dibaca', dan sarat ilmu...
5. Ngobrol ngalor ngidul soal politik, pendidikan, keluarga, keIslaman sama siapa aja yang ditemui dan punya waktu luang (terutama para ustadz/ustadzah yang rajin ngasih ilmu gratis)
6. Cari-cari rubrik konsultasi tentang apapun..dijamin tanpa kita curhat soal masalah kita, solusi udah dapet (karena setiap masalah ternyata punya kesamaan, hoho)
7.  Niatkan untuk PINTAR dan CERDAS, agar kita juga MANFAAT untuk berbagi ILMU dengan orang lain.

Nah, ternyata belajar GRATIS juga bisa dilakukan kalo kita mau.
Peace!

6 Oktober 2011

Hasil AKHIR

Setiap yang "berpulang" dalam pengertian meninggal, wafat, selalu meninggalkan jejak. Entah itu KEBAIKAN atau KEBURUKAN. Seperti Steve Job..yang hanya saya kenal lewat kata-kata inspirasinya,"Tetap Lapar, Tetap Bodoh". Yang melejitkan motivasi untuk selalu BELAJAR dan BELAJAR, never ending learning.

Apa kemudian JEJAK yang telah kita siapkan menuju titik hidup kita nanti?

30 September 2011

Berakhir Baginya

Sosok Abah adalah perpaduan antara lelaki funky dan lelaki matang. Di usia lebih dari 55 tahun, fisiknya tetap terlihat kuat dan penampilannya selalu gaul. Pertemuan pertama dengan Abah, wah...ga nyangka :)

Abah adalah ayah kandung dari teman  baik saya. Tadi pagi mendapat sms bahwa Abah telah wafat karena sakit. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun...langsung teringat akan sosoknya terakhir kali yang masih segar dan sibuk menyalami walau tanpa banyak pertanyaan. Kapan ya aku terakhir ketemu Abah? sudah lama sekali.

Tugas dan kewajibannya sudah tertunaikan. Anak-anak dan cucu kemudian menjadi generasi penerus yang akan mewarisi setiap amal kebaikan yang dilakukan Abah.

Selamat jalan Abah, semoga Allah ridha atas apapun yang terjadi pada diri Abah kelak setelah pertemuan dengan-Nya.


Wilujeung istirahat.