5 Januari 2012

Bincang-bincang Pria

Emang beda ngobrol dan diskusi sama laki-laki. Of course, compare talking with woman..hehe.
Ada sisi-sisi pemikiran yang nyangkut di otak perempuan dan lelaki yang sangat berbeda. Baik secara prinsip maupun cara memandang satu persoalan. Senangnya kalau obrolan ini menemukan solusi. Lha, kalau cuma debat kusir..ini yang repot.Hehe!

Bagusnya memang segala pendapat atas apa yang kita hadapi. Baik persoalan diri, persoalan kerja, persoalan pendidikan dan lain-lainnya yang kita rasa penting, harus diiringi second opinion. Kalau terlalu tergantung pada kemampuan kita untuk memecahkan masalah, huhu..berat nian sodara. Dan rasanya sombong banget kita dengan kemampuan diri sendiri ^_^ 

Contoh masalah karir. Boleh punya opini sendiri soal tempat kerja, rekan kerja, kerjaan kita nantinya. Kita pasti punya ingin dan strategi juga. Tapi tak ada salahnya melibatkan seorang pria, bisa ayah-adik-kakak-suami-sahabat untuk membantu melengkapi opini kita. Syukur-syukur bisa mensupport. Kalau ga ya minimal kita tahu pemikiran mereka tentang apa yang sedang kita hadapi. Diskusilah untuk hal-hal yang amat prinsip dan membutuhkan masukan positif dari para pria itu.

Well, man. You are a half of a woman. Live to make a perfect life. Kesempurnaan bisa lengkap jika ada persatuan (halagh!).

ps. thanks to you, pal!

Keasyikan Sederhana

Tidak usah jauh-jauh kalau ingin refreshing. Nongkrong saja di halaman belakang. Walau rumput belum terpotong, walau bambu air tercerai berai kemana-mana, walau tanaman di pot kekeringan dan kemudian mati. Duduk saja santai di teras. Lihat sekeliling halaman yang dikepung tembok.

Kalau hujan lebih bagus. Rintiknya mampu meneduhkan hati. Diam saja di sana. Di teras.
Duduk. Melamun. Mengkhayal. Mimpi-mimpi. Kalau ada cemilan tentu lebih enak lagi ^_^

Selamat menikmati!

Menggombal

"Heu, tadinya malam ini teh saya ingin menggombal."

Hadeuh..eta maksud menggombal teh apa neng? ( Remember this sister at night, hehe). 

Gombal bisa jadi rayuan, bisa jadi kain rombeng. Nah lho. Ini gombal yang mana sih.

Then, saya menerka. Bahwa maksud dia menggombal ini adalah : ingin curhat sebebas-bebasnya. Cerita ngalor ngidul. 

Tapi gombal ini tidak terlaksana karena keburu lelah dan tertidur ^_^

Perempuan punya banyak cara untuk mencurahkan isi hati. Cukup ngumpul dengan para geng nya. Jadilah curhat babak satu dan seterusnya. Berlanjut dari orang pertama ke orang kedua, dan seterusnya.

Asyik kan ngegombal ini ^_^

Sayangnya, buat para lelaki gombal yang berarti rayu merayu ini benar-benar jadi senjata ampuh kalau ceweknya ngambek semalaman. Di telf, di sms, di datengin ke rumahnya, diajak jalan-jalan, di ajak makan, di ajak ngobrol, di rayu, di tenangkan hatinya biar dia ga ngambek lagi. And then..laki-laki selalu punya jurus ampuh dalam rangka gombal menggombal ini. 

Kamu mau bertemu lelaki gombal ini?
Haha.

Yang Baik

'Rava, janji baik ya!'

Kalimat itu diulang hingga Rava paham ketika akan di ajak ke kantor. Di ajak ke supermarket, di ajak ke tempat-tempat umum. Dengan diakhiri kaitan jari kelingking kami berdua.

Konsekuensi dari "janji baik" ini adalah : tidak teriak, tidak memukul, tidak marah-marah.

Paham ga sih anak 3 tahun?

Hoho, ngerti banget kok! Rava tahu resiko kalau dia "tidak baik". Walau dia menangis. Kami akan konsekuen terhadap kalimat itu.

Sayangnya, jika anak umur 3 tahun saja mengerti untuk "berjanji baik". Kadang kita sebagai orang dewasa justru yang paling banyak melanggar "kebaikan" ini. Dengan berbagai macam cara, niat dan unsur kepentingan yang bermain. Betapa susah untuk bisa 'berjanji menjadi baik' ini dalam kehidupan sehari-hari.

People change! Betul bahwa setiap orang berubah. Bisa pada lebih baik atau justru lebih buruk. Tergantung pada hal dan stimulus yang terjadi di dalam dan dari luar dirinya. Seseorang yang baik bisa serta merta berubah jahat. Dan seseorang yang jahat bisa serta merta berubah baik. Ini soal waktu dan kondisi saja, saya kira begitu.

Sayangnya, pilihan 'berjanji baik' ini terlalu di interupsi dengan "we can choose". Manusia dalam hidupnya selalu -memilih-. Terlalu banyak pilihan yang bisa diambil. Terlalu banyak kepentingan yang bermain di seputar pilihan ini. Namun yang amat jelas adalah selalu ada resiko dari pilihan apapun yang manusia dewasa lakukan. Bisa berefek hari ini, saat ini. Atau berefek nanti. Yang entah.
Baik atau buruk kah dampaknya?

Wallohu'alam bishoshowab ^_^


4 Januari 2012

Cheese

Suka banget dengan semua hal yang bernama ‘cheese’. Roti keju, kue keju, jagung tabur keju. Spagheti pake keju, donat keju. Apa saja berbau keju, love it ^_^
Pengen bilang juga kalau ‘cheese’ digunakan saat kamu diminta tersenyum lebar saat akan di foto. Well, I like to say cheese to everyone I know. Hi…see my smile. Hehe. Bukan sengaja narsis, tapi ‘cheese’ ini bisa meringankan hatimu hingga dunia terasa indah selalu dan hasil cetak foto pun akan memperlihatkan wajah kita yang amat bahagia. Betul kan?

‘Cheese’ mean a lot to me this time. Kamu tersenyumlah, hingga dunia ikut tersenyum bersamamu. Hilangkan semua beban dan perasaan tak enak dari hatimu. Tersenyumlah hingga orang-orang di sekitarmu ikut berbahagia. Tak perlu lama. Walau sulit karena struktur wajah tak merespon keinginanmu untuk tersenyum ( heu, punya wajah ‘judes’ jadi simalakama, padahal hatinya baik..hoho).

‘Cheese’ bukan hanya sekedar keju ( dalam pengertian yang benar), ‘cheese’ adalah senyuman dari hati yang menandakan bahagia ada di dirimu..di dalam hidupmu..di dalam hari-harimu.

C’mon..C-h-e-e-s-e!


Tidak ada yang kebetulan

Siang di Gerlong panas banged! Berdua dan bersama dua bocah laki-laki kecil. Kami menyusuri samping jalan. Mencari sesuap nasi (heheu). Masuk gang, niat menuju tempat makan langganan...euh..udah nyampe sana ga buka, alias tutup. Uhm, ganti destinasi...ngabaso we yuk! Beriringan menyusuri jalan nyingcet (tipe gang tikus). Nyampe di sana...hadoh..tutup juga. Tengok kiri kanan..ada ga warung nasi daerah KPAD...nah, ada ayam crispy. Datanglah kami dengan harap-harap cemas..bisa makan disana ga ya. Bener juga, tak ada nasinya..alias ayam doang. Lha ini perut pasti protes kalau ga makan nasi. 
Akhirnya balik kanan, melihat-lihat siapa tahu ada warung nasi yang tempatnya asyik buat ngobrol dan makanannya bikin selera. Huhu, tak ada juga...akhirnya nengok gang lagi...Alhamdulillah ada Ema Lotek. Euh, seger kayaknya siang panas gini ngelotek. Maka, jadilah dua porsi lotek menghuni perut kami.

Dan memang tak ada yang kebetulan. 
Bertemulah dengan dua orang muslimah. Ngobrol santai. Dengan ringan dia bilang," Teh, jadi pindah ke departemen kita kan ya?!"
Nah lho. Rasanya ga ada yang ngobrol tuh dari para pembesar DT, kalau aku dipindahin lagi ke departemen lain. Perasaan cuti 2 hari kemaren juga kagak ada yang nelfon dan sms soal ini dweh.

Dan memang tak ada yang kebetulan.

Jadi tau dong si gw ini. Hehe. Berita yang aku tau tak sengaja. 

Allah memperjalankan kami siang itu, memang ujung-ujungnya harus ketemu sama muslimah tersebut, yang kebetulan sedang ngumpul bareng temennya deket area warung Ema Lotek. 

Tak ada yang kebetulan. Memang.

Semua mengandung hikmah. Dari kejadian sesederhana apapun.

Nuhun ya Allah!


Mereka


Orang-orang terbaik yang Allah ijinkan berbagi sedih dan tawa. Mereka yang tak lelah berempati dan simpati sekaligus. Orang-orang di sekeliling kita yang tulus membantu, mengulurkan tangan dan bahu. Bahkan sama mengucurkan airmata kala kita sedih. Juga tertawa terbahak manakala kita bersenang dan bahagia.

Itu dia! Namanya ini, namanya itu, orang ini, orang itu…
Kawan, teman, sahabat, keluarga kita yang mengelilingi kita dengan dukungan tanpa henti. Ketulusan bermakna amat dalam di setiap jemarinya. Bukan hanya berbagi cerita kecewa, berbagi resah dan ketidaktenangan. Kediaman mereka, sms dan doa mereka sesungguhnya adalah apresiasi dari sebuah persaudaraan sejati.

Maka, ingin kusampaikan pada dunia. Ku kirimkan doa terbaik. Ku haturkan sepenuh aku bisa membungkuk. Terimakasih. Sungguh, terimakasih. Atas semua.

Kepada mereka…