Tampilkan postingan dengan label menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menulis. Tampilkan semua postingan

4 Desember 2012

Tak Apa, Jika.

Tak mengapa, jika kita sewaktu-waktu merasa bahwa peran-peran kita di dunia ini belum lah  maksimal. Sebagai perempuan, sebagai istri, sebagai ibu, sebagai anak, sebagai saudara, sebagai karyawan, sebagai bagian dari keluarga dan komunitas di masyarakat.

Merasa lebih yang proporsional itu juga boleh. Bukan berarti kita sombong dengan potensi. Makanya kemudian Allah hadirkan "rasa" bahwa kita tuh kurang...lemah...dan tak berdaya jika menghadapi masalah, ujian, cobaan, musibah.

Ilmu menjadi sebuah tuntutan yang prioritas jika sudah begini. Bagaimana mengelola hati agar jangan larut dengan "ketakberdayaan". Mencari sumber-sumber motivasi dan pencerahan lagi, sehingga semangat itu kembali dan kemudian melahirkan pola pikir dan tindakan positif.

(kala sedang merasa...Im Nothing!)

27 November 2012

Plan 2013 Menuju 2014

Ya seperti di akhir-akhir tahun lalu. Seperti orang-orang kebanyakan yang menyisakan agenda untuk membuat rencana di tahun yang baru (penggunaan kalender bukan Islam). Momentum hitungan saja. Peralihan 2012 ke 2013, dan nanti dari 2013 ke 2014..begitu selanjutnya..pertambahan angka satu yang luar biasa. 

Sekian resolusi dibuat untuk ditargetkan menjadi banyak keinginan. Harapan demi harapan dipanjatkan, karena memang kita tak pernah tahu apakah rencana akan sesuai dengan kenyataan, lha wong pembuktiannya saja belum kok ^_^

Tak mengapa. Manusia berencana, Allah yang menentukan takdirnya kan. Ini sebuah keyakinan mendasar jika engkau ingin membuat target dalam hidup. Jiwa optimis inilah yang selalu  menjadi sebuah "harap".

Aku nanti gimana di tahun yang baru?
Masih jadi seperti aku yang lama, atau aku yang beranjak berubah dan lebih baru?
Entah...seperti bingung menentukan.

Ingin mengalir, tapi ternyata gejolak arus hidupnya memaksa kita untuk membuat sekian pilihan dan keputusan-keputusan hidup.

Jadi tentu saja tak mengalir sesukanya.

Yuk mari kita berdoa saja terus. Berharap terus. Berusaha terus. Yakin terus.

Pagi Indah

Musim memang berganti sesukanya. Sudahlah, sudah ada yang mengatur ^_^

Bulan berakhiran - ER...selalu mengundang hujan. Padahal bulan-bulan lain pun ternyata kalau waktunya memang  hujan,  ya hujan saja. 

Nah! Mari awali pagi dengan keindahan yang ada, dan yang kita ciptakan sendiri. Dengan penuh rasa syukur, bahagia dan positif thinking.

Jika kemudian pagi tak sesuai dengan harapan kita. Maka bergegaslah membuat 'sesuatu' yang membuat segala sesuatu menjadi lebih baik. Bergegas untuk bergerak menjadi lebih indah.

Ini adalah coretan pengantar menulis di hari ini (setelah tentu saja vakum selama minggu2 kemarin)

Ah, ide..bertebaranlah di fikiranku. Sehingga hadirnya bisa nyata lewat tulisan inspiratif, yang semoga bisa kuwariskan pada anak cucu kelak (aih)

21 November 2012

Ujian Susulan

Ah...seminggu berlalu. Mampet juga fikiran jika tak dikeluarkan..hehe.

Ujian itu memang mengalir...seperti tak berhenti-berhenti....dikira sudah selesai eh taunya datang lagi dalam formasi yang berbeda ^_^

"Kok  bertubi-tubi ya teh ujiannya, yg ini belum selesai, sudah datang lagi yang lain." curhat muslimah.

Mari kita lihat dari sisi positif (sedang belajar).

Bisa jadi Allah memberikan ujian susulan seperti ini karena :
1. Kita dianggap lulus ujian pertama.
2. Untuk melengkapi solusi dari ujian yang pertama.
3. Membuat kita jauh lebih kuat karena double ujian.
4. Selalu ada kasih sayang Allah di balik ujian (penggugur dosa,naik derajat, dll)

Manusia itu posisinya memang makhluk...tak bisa menjangkau sistem khalik.
Jadi kemudian..sabar dan syukur memang mesti di implementasi dalam kehidupan.

Berat?
Ya. Tapi usaha juga bagian dari percepatan iman.

Bismillah

9 November 2012

Amazing nya!

Really amazing.
Allah yang menguasai setiap permasalahan hidup manusia, plus berikut satu paket dengan sekian solusi yang akan menyelamatkan kita dunia akhirat.

Seorang Ustadz di Bandung bilang di status FB na:"Allah sedang menyembunyikan solusi dari setiap permasalahan, dan kreatifitas kita sebagai manusia untuk mencarinya."

Jika melihat bagaimana cara Allah menyayangi kita dengan sekian kenikmatan dan ujian. Maka sesungguhnya hanya bersujud sajalah kita, tersungkur untuk selalu bersyukur.

"Dan nikmat mana lagikah yang Engkau dustakan?"

Benar-benar tidak ada. Semua nikmat dari Allah jangan sampai luput kita syukuri.

Termasuk urusan hati. Kemampuan kita merubah hati orang lain untuk menjadi "baik" tidak ada sama sekali. We are weak for that. Hanya Allah yang mampu mengendalikan setiap gejolak hati manusia.

Kita yang merasa, kita yang harus peka episode terbolak-baliknya. Dan ini menyangkut semua aspek di sekeliling diri kita. Mulai dari ibadah, akhlak dan yg utama keimanan kita.

Simultansi religius yang luar biasa.

Amazing. Subhanallah!

7 November 2012

Selamat Pagi!

Mengawali hari dengan bangun yang indah karena disambut dengan kata-kata manis dari sang buah hati,"Ibu, Rava sayang Ibu!" Matanya saja masih merem melek, tapi kalimat pamungkasnya membuat hati menjadi hangat. Terimakasih sayang ^_^ Love u too as always!

Pagi ini sudah disiapkan dengan sekian agenda. Tilawah dan koordinasi, kerjaan rutin, mengajar, searching bahan ajar dan kemudian di tutup dengan ritual sederhana. Membuat agenda buat besok harinya. Hehe.

Senang?
Ah, itu bisa terasa di dalam hati.
Kemarin senin dan selasa selalu ada peristiwa. Hari ini pun nampaknya Allah sudah akan menyuguhkan kejadian-kejadian terbaik dalam rangka life university. Berkhusnudzan lah selalu.

Bersyukur?
A must.
We live, we can do everything.

Closing by Alhamdulillah!

SEMANGAT PAGI!

2 November 2012

Selama itu ada, sudah cukup

Ya.
Selama niat baik terus kita istiqomahkan.
Halangan sesulit apapun bisa teratasi.
Karena niat baik tak pernah kemana.
Selalu berujung pada kebaikan juga (semoga).

Dan Ya.
Selama niat baik itu ada. Itu sudah cukup.


31 Oktober 2012

Terpuruk

Waduh, saya lagi galau..segalau-galaunya...ini mah episode keterpurukan teh...(cerita seorang teman siang ini).

A : Normal bu, setiap orang merasakan hal yang sama kok. Kadang iman naik, kadang iman turun (huhu, so wise..)

B : Iya Ka, asal jangan sampai putus asa aja kalau lagi terpuruk (ehem)

C : Saya juga sering mengalami gitu mah...naik na emang susah pisan (pengalaman seorang mualaf)

Well, siang ini selain ditemani Brussel Steak dan Grilled Chicken..juga bergelas Lemon Ice Tea...diskusi soal keterpurukan dalam ibadah dan turunnya semangat iman menjadi tambahan menu (yg berat tentu saja).

Setiap orang mengalami kenikmatan dalam beribadah, dan ini adalah anugerah terbesar yang harus disyukuri. Setiap orang juga mengalami turunnya kenikmatan dalam beribadah dan kedekatan dengan Allah. Ini yang kemudian menjadi "masalah" kita.

Solusi lain : cari teman yg baik, cari lingkungan kondusif, cari cara utk bisa bangkit, jangan memaksa diri, nikmati proses "merangkak" menuju Allah kembali, evaluasi dosa/salah/maksiat diri. Bersemangat untuk terus khusnudzan.

Ah...kita manusia memang tak lepas dari naik turun rasa iman ini.

Ya Allah..semoga hidayah ini tetap diberikan walau dalam keterpurukan yang s

30 Oktober 2012

Just a ...

Just a little mistake.

Tapi tetep efek dari sebuah kesalahan bisa kemana-mana.
Terasa sekali ketika kita merasa "benar" berbuat sesuatu. Di tempat kerja misalnya. Yakin banget kalau laporan udah di bikin, eh taunya masih belum di serahkan ke bos. Nah...sok yakin ini lah yg bikin runyam.

Pede aja lagi. Padahal belum tuntas.
Susah memang kalau berbuat salah, kemudian tetep merasa pede dan tak peduli orang ngomong apa.

Malu mungkin iya. Tapi orang jadi males berkomunikasi lagi jika ada hal-hal yang pengen di kompromikan.

Nah, ber efek kan.

So, ayo ah belajar untuk bikin salah yang kecil, tapi ngaku dan memperbaikinya.

Sebelum kita melakukan kesalahan besar, atau terbesar dan efek jera yang ditimbulkannya dalam hidup kita terbawa sampai kita mati nanti.Naudzubillah.

25 Oktober 2012

Menulis Sampai Gila

Nah. Ini sih sengaja bikin suasana kantor dan kerjaan rada cenghar...atuh da..asa lemes hari kamis ini teh. Makan udah, ngobrol udah, cek fb udah, kerjaan ada beberapa yg belum kelar...tetep aja asa ga semangat.

"Teh, kalau lagi cape fikiran, bisa nulis ga?" seorang akhwat yg belum menikah (dan kelihatannya sedang semangat belajar) bertanya.

"Wah, pasti atuh. Justru karena kita cape, segala hal dimuntahkan lewat menulis." Hohoho..sok keren pan jawabannya.

Tapi nyatanya demikian. Tipe kayak sayah mah, kudu we nulis teh. Mau di blog, mau di hp, mau di bb, mau dimana aja...yg penting nu di otak keluar semua. Plong lumayan hati juga juga. Dan setidaknya saya tidak merugikan orang lain dengan curhat teu puguh atau bete yg geje.

Begitu kan!

Saat yg sama, ada status temen di FB (menulis adalah bentuk ekpresi kegilaan yg baru...)

Pas!

24 Oktober 2012

Proyek Bu!

Waduh, pagi-pagi sudah diserang diskusi soal "proyek" sama Ayah.
Huhuhu..spechless!

Tau sih ada kepengen menulis. Tau sih ada peluang bikin buku. Tau sih jangan menyerah dengan kendala yang ada. Tau sih ada sarana dan komunitasnya.

Tapi..
Nah, itu dia..tapi lagi..tapi lagi..

Otaknya belum mudeng dengan proyek.
Otaknya belum connect dengan semangat menulis.
Otaknya belum familiar dengan kebutuhan dan keinginan.

Hehe.

Ah, ngeles we...males mah, males.

Separuh Aku

Senandung sumbang milik Rava mengusik telinga sore itu. Hehe.
Anakku ternyata cepat sekali merespon setiap kalimat iklan dan lagu. Yeah..seharian bersama kotak berwarna itu membuatnya cepat sekali belajar berkata dan mempraktekannya.

...karena separuh aku...dirimu...

Ah, romantis sekali untuk pasangan mencinta.

Separuh aku seperti bahwa kita hanya separuh, dan yang separuhnya lagi milik orang lain. Dalam persfektif saya (diluar konteks lagu). Tetap saja sejatinya kita tuh utuh, satu dan tentu tidak menjadi bagian dari "orang" lain. 

Dalam pandangan yang berbeda, tentu saja kita tetap makhluk sosial yang berinteraksi dengan orang lain. 
Aduh, kenapa jadi bingung begini menulisnya.

Baiklah, saya diserang diskusi-diskusi sambil menulis ini, jadi tidak konsen. Makanya, saya sudahi aja di sini.

Maafkan.
 

Dan terjadi lagi
kisah lama yang terulang kembali
kau terluka lagi
Dari cinta rumit yang kau jalani

Aku ingin kau merasa
kamu mengerti aku mengerti kamu
aku ingin kau sadari
Cintamu bukanlah dia

Dengar laraku
Suara hati ini memanggil namamu
Karena separuh aku dirimu

Ku ada di sini
Pahamilah kau tak pernah sendiri
Karena aku selalu
Didekatmu saat engkau terjatuh

Dengar laraku
Suara hati ini memanggil namamu
Karena separuh aku
menyentuh laramu
Semua lukamu telah menjadi milikku
karena separuh aku dirimu
  • Dan terjadi lagi
    kisah lama yang terulang kembali
    kau terluka lagi
    Dari cinta rumit yang kau jalani

    Aku ingin kau merasa
    kamu mengerti aku mengerti kamu
    aku ingin kau sadari
    Cintamu bukanlah dia

    Dengar laraku
    Suara hati ini memanggil namamu
    Karena separuh aku dirimu

    Ku ada di sini
    Pahamilah kau tak pernah sendiri
    Karena aku selalu
    Didekatmu saat engkau terjatuh

    Dengar laraku
    Suara hati ini memanggil namamu
    Karena separuh aku
    menyentuh laramu
    Semua lukamu telah menjadi milikku
    karena separuh aku dirimu

Dan terjadi lagi
kisah lama yang terulang kembali
kau terluka lagi
Dari cinta rumit yang kau jalani

Aku ingin kau merasa
kamu mengerti aku mengerti kamu
aku ingin kau sadari
Cintamu bukanlah dia

Dengar laraku
Suara hati ini memanggil namamu
Karena separuh aku dirimu

Ku ada di sini
Pahamilah kau tak pernah sendiri
Karena aku selalu
Didekatmu saat engkau terjatuh

Dengar laraku
Suara hati ini memanggil namamu
Karena separuh aku
menyentuh laramu
Semua lukamu telah menjadi milikku
karena separuh aku dirimu

  • Separuh Aku


    Dan terjadi lagi
    kisah lama yang terulang kembali
    kau terluka lagi
    Dari cinta rumit yang kau jalani

    Aku ingin kau merasa
    kamu mengerti aku mengerti kamu
    aku ingin kau sadari
    Cintamu bukanlah dia

    Dengar laraku
    Suara hati ini memanggil namamu
    Karena separuh aku dirimu

    Ku ada di sini
    Pahamilah kau tak pernah sendiri
    Karena aku selalu
    Didekatmu saat engkau terjatuh

    Dengar laraku
    Suara hati ini memanggil namamu
    Karena separuh aku
    menyentuh laramu
    Semua lukamu telah menjadi milikku
    karena separuh aku dirimu

19 Oktober 2012

Datang dan Pergi

Rezeki ternyata seperti itu.
Hari ini datang...sesaat kemudian pergi lagi.

Kemaren datang. Saving.
Hari ini sudah harus keluar.

Datang dan pergi.

Lalu begitu pula ujian.
Seperti rezeki
Datang dan pergi.

Hari ini datang...lalu menghilang

Esok datang lagi, lalu pergi lagi.

Subhanallah

10 Oktober 2012

Steak Bertiga

Ceritanya kangen makan steak di WS alias warung steak yang deket kantor. Dijemputlah sama bapa dan anak. 
Meluncur ke sana, ekspektasi na udah macem-macem. Hehe...

Order beres. Hidangan tercepat yg pernah datang di minggu ini (hah).

Sodara, ternyata WS yg dulu dan yang sekarang berbeda. Kualitas hidangan menurun pisan, ari harga naik (da menyesuaikan). Sempet kecewa, tapi da laper, jadi tetep bersyukur.

Soal steak kita tinggalkan. Berbincang dan kebersamaan dengan keluarga lah yang jauh lebih bermakna. Walau cuma sejam kurang...

Alhamdulillah.

9 Oktober 2012

Lalu Apa

Ini wajahku.
Yang tertawa palsu.

Dan itu hatiku.
Yang asli yang hanya terlihat olehmu.

Ini senyumku.
Yang entah simetris atau tidak.

Dan itu (masih) hatiku.
Yang bahkan aku bingung seperti apa warnanya.

Ini kepalaku
Yang berisi kekelaman.

Dan itu (juga) masih hatiku.
Yang rapuh dan siap hancur dalam sekejap

(Wow, sebuah catatan kemeranaan)

Para Inisialers

Inisial S ini...begitulah.
Inisial M ini..begitulah.
Inisial K ini ..begitulah.
Inisial J ini..begitulah.
Inisial N ini... begitulah
Inisial A ini..begitulah
Inisial C ini..begitulah

Coba saja tebak ada huruf apa di belakangnya.
U never know.
Coz only me who know.

Jadi tak boleh protes.
Jadi tak boleh bertanya.
Jadi tak boleh menuduh.
Jadi tak boleh menduga

Sekedar menuliskan inisial-inisial saja.
Daripada jadi borok dalam kepala
Dan bingung mau dimuntahkan kepada siapa.

Jika kau kuberitahu kan huruf dibelakangnya
Mungkin tak berarti apa-apa.
Karena memang hanya untuk artiku semata.

Bahkan jika kau memaksa untuk tahu.
Percayalah..sungguh menjijikan...
Dan kau tak akan suka itu

(catatan sore hari ini-menunggu)

Tergantung

Bertahun menggantungkan diri kepada orang lain. Masalah, peristiwa, dan setiap apa yang dilakukan sepenuhnya menurut orang lain. Puluhan tahun hidup begitu.

Lalu ada judul : Diambil. Kehilangan. Dilepaskan.
Yang bukan milik kita, diambil kembali oleh pemiliknya yang berhak.

Tersungkur. Limbung. Depresi. Kehilangan arah. Berhari. Berbulan. 

Efek ketergantungan yang luar biasa. Kemandirian individu hilang, kesedihan yang berkepanjangan. Gamang menjalani kehidupan ke depan. Ga ngerti mau ngapain lagi. Menjalani setiap hari dengan kebingungan.

Sunnatullah kematian begitulah. Melepaskan setiap kita dari ketergantungan kepada seseorang. Kepada makhluk.

Pun, jangan2 kita sekarang masih tergantung pada makhluk yg masih hidup.
Bergantung rasa, bergantung tanggungjawab, bergantung harapan, bergantung keinginan bersama.
Sehingga kemudian kita tak pernah mengenal kepada siapa sejatinya kita harus bergantung.

Mujahadahnya hanya satu : lepaskan!

19 September 2012

Politisasi

Politisasi.
Wah, bicara organisasi, bicara manajemen, bicara struktur, leadership, dan intrik-intriknya tak lepas dari unsur politik.

Setiap orang punya "kepentingan", baik yang pribadi maupun dengan dalih untuk umat atau masyarakat banyak. Tetap saja ada niat, tujuan, keinginan dan peluang untuk saling mempengaruhi.

Perubahan memang pasti dalam sebuah organisasi. Juga dinamika inilah yang bikin seru. Ada pemimpin baru, ganti staff. Mutasi kesana, pindah kemari. Fun endeed.Hehe.

Tak apa sih sebetulnya. Asal hati kita senang. Sebetulnya perubahan apapun ga ngaruh, hehe.

18 September 2012

Lari Sprint dan Marathon

Yuk teman-teman, mulai sekarang kita lari maraton dengan kekuatan sprint!

Wow...bisakah?!?

Harus yakin bisa. Karena kuncinya memang cuma keyakinan saja. Selebihnya mari kita maksimalkan ikhtiar.

Tulisan ini dibuat dalam rangka sebuah perubahan yang terjadi dalam organisasi. Posisioning dan restrukturisasi menjadi sebuah bentuk yang esensi dari proses manajemen. Ganti pimpinan, ganti staff, ganti kebijakan, ganti keputusan, dan sebagainya.

Apa sikap yang mau lo tunjukin (halagh!)

Accept this and move on.
Bergeraklah. Terima setiap perubahan dengan sikap terbijak yang bisa kita lakukan. Ga usah sibuk dengan duh nanti gimana ya, duh kalau pimpinan yang ini begini gimana ya...

Sesuatu tidak pernah pasti, kecuali perubahan itu sendiri.

C'mon. Do the best and we'll finally get success.

14 September 2012

Bicara Cinta (Kembali)

Pagi ini terwarnai dengan "keresahan" lagi.
Ujung-ujungnya, kening berkerut, menganalisa sesuatu, mempertimbangkan sesuatu, memikirkan sesuatu, berhitung dengan berbagai kemungkinan lagi.

Bukan salah siapapun jika kita jatuh cinta. Da itu mah memang fitrahnya setiap insan. Bahkan ketika kita kehilangan cinta pun, bukan salah siapa-siapa.

Orang bilang cinta hakiki itu cuma satu..kepada Allah.
Keluarga, pasangan, anak-anak, sahabat, teman, dan yang lain-lainnya menjadi urutan berikutnya setelah Allah dan Rasul-Nya.

Sebagai manusia biasa...dan sebagai perempuan, efek cinta ini menjadi sebuah "kalimat sakti" yang ada di kehidupan kita. Butuh cinta, butuh kasih sayang, butuh diperhatikan, butuh dihargai, butuh dimengerti dan dipahami, butuh berbagi.

Maka ketika itu tidak ada lagi, definisi cinta-mencintai-dicintai menjadi kabur. Menjadi sebuah "niscaya".

Yang pasti. Cinta punya waktu, kondisi dan orang yang tepat. Pilihannya cuma satu..bertaruh di 3 hal itu...
Bisakah setiap cinta kita benar-benar menuju cinta yang hakiki..yang sejati..kepada Dia sang Pecinta.

Allohu'alam bisshowab

-episode mujahadah mencintai Khalik dibanding makhluk-