Tampilkan postingan dengan label perempuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perempuan. Tampilkan semua postingan

22 Oktober 2012

Kista

Apakah itu?

Kista adalah tumor jinak di yang paling sering ditemui. Bentuknya kistik, berisi cairan kental, dan ada pula yang berbentuk anggur. Kista juga ada yang berisi udara, cairan, nanah, ataupun bahan-bahan lainnya.
Kista termasuk tumor jinak yang terbungkus selaput semacam jaringan. Kumpulan sel-sel tumor itu terpisah dengan jaringan normal di sekitarnya dan tidak dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Itulah sebabnya tumor jinak relatif mudah diangkat dengan jalan pembedahan, dan tidak membahayakan kesehatan penderitanya.
Berdasarkan tingkat keganasannya, kista terbagi dua, yaitu non-neoplastik dan neoplastik. Kista non-neoplastik sifatnya jinak dan biasanya akan mengempis sendiri setelah 2 hingga 3 bulan. Sementara kista neoplastik umumnya harus dioperasi, namun hal itu pun tergantung pada ukuran dan sifatnya.
Selain pada ovarium kista juga dapat tumbuh di vagina dan di daerah vulva (bagian luar alat kelamin perempuan). Kista yang tumbuh di daerah vagina, antara lain inklusi, duktus gartner, endometriosis, dan adenosis. Sedangkan kista yang tumbuh di daerah vulva, antara lain pada kelenjar bartholini, kelenjar sebasea serta inklusi epidermal. (hasil searching di mbah gugle..hehe)

Kenapa pengen bahas ini?
Kemaren malam, bu boss saya diangkat kista nya yang sebesar 10 centi meter (diameter). Subhanallah...

Tak pernah menyangka. Tak pernah mengira. Tak pernah memprediksi.

Allah lah yang tetap berkehendak. Ber-ketetapan. Maka kita...adalah bersabar dan bersyukur.

9 Oktober 2012

Perempuan Yg Memilih

Ini soal kita. Soal perempuan. Soal apa yang difikirkan, dirasakan, di pilih dan di putuskan.
Bertemu dengannya. 4 tahun berhubungan dengan seorang lelaki 3 anak beristri 1. Kenyamanan, perhatian, rasa diakui, di jadikan tempat curhat...lepas, nyambung lagi, lepas lagi, disambung lagi..begitu terus selama ratusan hari.

Ah, inginmu apakah?
Dan ketika galau, tidak tenang, resah, gelisah itu menghampirimu. Kau terluka amat dalam. Kau tak bisa lepas, tapi tak mau menerima resiko lain.

Perempuan.
Hatimu kau titipkan pada siapa.
Ketergantunganmu kau titipkan pada siapa.
Hidupmu kau titipkan pada siapa.

Ingin menyelami, tapi betapa sulit pilihanmu itu.
Dan hanya diri dan hatimu yang bisa memilih. 
Bukan aku.
Bukan dia.
Bukan.

5 Oktober 2012

Love Ur Self

T'Betty semangat sekali menyampaikan..hai para muslimah..sayangi dirimu, tak apa di cap egois dan super narsis..hehe.

Kajian kebersamaan akhwat DT yg seperti biasa di jumat pagi ini menyenangkan..karena bisa bernarsis ria, walau tanpa foto-foto, hehe.

Caranya gimana "cinta pada diri sendiri" :
1. Perhatikan kebutuhan fisik (sudah ke salon belum, haha)...jaga makan dari yg halal dan baik, asupan air yg cukup, istirahat cukup, olahraga, liburan, menghadiahi diri sendiri.

2. Perhatikan kebutuhan batin --> jangan gampang galau dan stress, ibadah di kuatkan dan istiqomah, hindari penyakit hati yg banyak ituh (iri, dengki, sombong, suudzon, dll)...


Semua ilmu berkah pasti bisa dijalani, di aplikasikan..ayo ah..muslimah...lindungi diri kita dengan cara menyayangi, menerima diri apa adanya...terus bersabar dan berjuang hingga maut menjelang...^_^

15 September 2012

Oh Woman..Oh Man...

Sesore itu. Di 60 menit menjelang pulang. Dua perempuan berbagi cerita.

Cantik. 26 tahun. 1 Putra. Pendidikan cukup. Pengalaman menikah 2 kali.

"Ya, begitulah teh. Kondisinya sekarang seperti ini." Memulai (lagi) dengan judul -masalah-.

Tak apa.

Itu guna hati, fikiran, dan kehidupan. Untuk mempelajari sesuatu dan menggali hikmah.

Ah, tak semua orang memahami seluk beluk pernikahan. Ikatan yang mengguncang Ars-nya Allah.

Yang membuat malaikat menyerukan doa dan keberkahan langit.

Lelaki. Perempuan. Kita. Kamu dan saya. Tak cukup memahami makna nya. Tak jua mengerti kedalaman keberkahannya.

Masih banyak harus belajar.

Yang terdekat adalah menelusuri diri. Mengorek setiap kelemahan, kekurangan, kesalahan, dosa dan maksiat diri. 
Menyalahkan orang lain menambah beban, lelah, dan kegelisahan. Sama sekali tak mengundang ketenangan.

Hanya ingin Allah menerima setiap penyesalan atas dosa-dosa kita.
Hanya ingin Allah berkenan membuka pintu pertolongan atas setiap khilaf kita.
Hanya ingin Allah memberikan kekuatan, kesabaran, dan kemampuan menjalani setiap takdir.

-Teh, dirimu kuat sesungguhnya...InsyaAllah!-


11 Mei 2012

Perempuan Juga

Fikirannya
Tindakannya
Kata-katanya
Sms dan telf nya
Pilihannya
Keputusannya
Hidupnya
Doanya
Akhlaknya

Semua cerminan dari keyakinan.
Perempuan yang seperti apa (aku) ini?

-renungan pagi di hari jumat-

19 Maret 2012

Raisya

Cantik. Beneran cantik lho. Keturunan Arab.

Kalau saya jadi laki-laki..udah bogoh da (haha..secara gitu lho). Naon deuih ya..

Ketemu cuma satu kali. Dan terkesima...ada ya cewek se usia dia..ujiana berat...dan dia tidak terjerumus...Subhanallah...

Raisya..semoga engkau bisa terbang dengan sayapmu sendiri...kemanapun engkau pergi...menjadi kuatlah..menjadi tegarlah...

Pasti bisa..

Happy to met you Ica ^_^

14 Maret 2012

Bunda Sepuh

Salut dengan ibu-ibu yang kami panggil bunda ini. 
Tak surut dengan usia..tetap berkiprah dengan bisnis. Mulai dari tas, baju, sepatu, dan lain sebagainya.

Lha, si sayah yg begini muda ini (hoho...) malah sibuk we narsis dan wara-wiri ga jelas ginih...huhuhu.

Hebat memang perempuan teh. Sudah mah fisik lemah, tapi Allah bantu dengan kekuatan tekad dan daya tahan luar biasa. Hidup memang berat bagi perempuan, tapi bisa bertahan sungguh luar biasa...dan itu semua karena rahim-Nya bersemayam dalam diri kita (jadi bangga dengan keperempuan saya, hehe.)

Lihat saja fenomena ibu-ibu yang harus banting tulang mencari uang untuk keluarganya pasca kesulitan hidup dan kebutuhan hidup.
Lihat saja fenomena perempuan dan wanita yang tersakiti fisik maupun psikis..ya mereka menangis, ya mereka mengeluh, ya mereka mengadu, ya mereka berjibaku dengan hati, ya mereka kerap salah memilih, ya mereka kerap bingung, kalut dan galau....namun demi anak-anaknya..demi hidup mereka yang harus lebih baik...aral melintang pun di lalui. Dengan berat, dengan tertatih, dengan semangat, dengan kekuatan yang di berikan Allah.

Sungguh. Nikmat manakah yang kita dustakan wahai perempuan.

(Banyak PR menunggu mu)

24 Februari 2012

Perempuan Hebat

Pagi di jumat yang berkah, InsyaAllah.

Bina Ruhiyah (Biru) atawa Halaqoh Daarun Nisaa yang dimana koordinatorna adalah saya sendiri (haha). Kebagian jadi panitia kajian tiap jumat pagi yang dihadiri oleh seluruh muslimah seentero Daarut Tauhiid (lebay.com). Biarin ah...

Pagi ini di aula di tayangkan sebuah cuplikan yang diambil secara gratis dari Youtube (thanks)...Kick Andy Present : PEREMPUAN HEBAT

These are the stories :
1. Ibu Nafisah, memiliki amanah 12 putra putri dan semuanya menjadi dokter..di bidang spesialis lagi.
2. Ibu Mulia, memiliki amanah 15 putra putri, beberapa jadi dokter, selebihnya insinyur.

What do you get from them :
Banyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkk sekali!

* Keduanya ditinggal oleh lelaki bernama "suami"...dan menjadi single parent lah perempuan-perempuan itu*

Tak lengkapnya sebuah keluarga (means, tanpa figur ayah), tak membuat dua keluarga ini menyerah dan tak melanjutkan hidup. Karena sosok bernama "ibu" selalu menguatkan anak-anaknya untuk menyongsong harapan dan masa depan terbaik. Kekuatan spiritualnya, kekuatan emosionalnya, kekuatan sosialnya, kekuatan karakter dirinya, yang bahkan pendidikan formal SMP saja tak tamat telah menjadikan mereka begitu berjasa besar bagi keberlangsungan hidup generasinya.

Maka, di telapak kaki ibulah surga sesungguhnya berada. Yang tak pernah lelah untuk "hidup" dan "menghidupkan".

Perempuan sejatinya akan kembali pada fitrah yang sebenarnya : 
menjadi ibu yang diminta pertanggungjawabanna oleh Allah, 
menjadi  istri yang diminta pertanggungjawaban kepemimpinannya di rumah tangga

(sebuah refleksi yang amat panjang bagi kehidupan saya sebagai perempuan ^_^)

26 Januari 2012

Keguguran

"Istri Bapak Y keguguran!"

Deg!

Membaca sms itu, atau mendengar kalimat itu. Apa yang dirasakan?

Sebagai perempuan saya terluka. Ikut sakit, ikut sedih, ikut kecewa, ikut menderita.

Setiap perempuan, kodratinya adalah seorang ibu. Yang dari rahimnya, terlahir generasi-generasi yang akan meneruskan kehidupannya di masa depan, di masa yang akan datang, di masa ketika sang ibu harus meninggalkan generasinya lebih dahulu.

Tidak penting 1 anak, 2 anak, 3 anak atau lebih sekalipun. Karena bilangan itu semua amanah yang harus perempuan pertanggungjawabkan hingga ke akhirat kelak. Di hari Allah akan bertanya, apa yang kita lakukan sebagai seorang ibu kepada putra-putrinya.

Jikapun bukan terlahir dari rahim kita. Maka anak-anak di belahan bumi ini adalah amanah ketika kita mampu merawat, menjaga, mendidik dan memberinya kasih sayang sebagaimana kita melimpahi buah hati biologis kita sejak awal dia di dunia.

Keguguran adalah fase dimana generasi kita tidak "terlahir". Walau sejatinya, dia berada pada tempat yang seharusnya. Kecewa hadir sebagai bagian dari rasa kemanusiaan. Bahagia pun seharusnya bisa muncul dalam hati saat berdamai dan paham bahwa amanah untuk kita ditangguhkan hadirnya. Tidak mudah berdamai dengan rasa itu. Maka berpalinglah kepada sang Pemberi Amanah.

Bu. Sungguh aku mengenalmu laksana mengenal tubuhku sendiri. Luka itu terasa oleh kami, para perempuan. Sedih itu menghujani keseharian karena kehilangan. 

Berdoalah. Hingga Allah kelak mengkaruniakan kembali amanah untuk kita. InsyaAllah.

_untuk seorang istri dan ibu yang menantikan amanah yang 'tertunda'_

10 November 2011

Aku ingin menangis (sungguh)

Detik ini. Aku ingin menangis.

Sungguh!

Tak tertahankan haru ini.
Sesak, karena harus kutahan agar airmata tidak meluncur..
(ini tempat umum sodara...masih harus jaim, ah)

Teteh...sungguh betapa luas nama ke-ikhlasan- itu di hati teteh..
padahal saya teh santri yang selalu merepotkan...bikin masalah wae dan sudah lama tak khidmat. Namun, sungguh....mengenal DT adalah mengenal Teteh. 5 tahun  bersama teteh, saya banyak belajar menjadi seorang muslimah yang qonaah, yang lembut, yang tiada tuntutan duniawi, yang sabar dan yang menerima (walau tak sepenuhnya saya bisa, hiks)

Hari ini. Sms itu. Dari teteh...mengikhlaskan setiap janji yang harus saya tepati ( sudah sejak lama sekali)...Teteh membebaskan semuanya...ridha dengan setengah janji yang saya penuhi..
Duh, betapa saya malu sekali Teh. Tidak ada niat saya untuk menunda setiap janji.
Maafkan...
Terimakasih...
Subhanallah!

Teh Ninih...saya mencintaimu karena Allah...semoga Allah pun mencintai Teteh...selalu..selamanya..



Mellow…


Menjadi manusia. Menjadi perempuan. Menjadi unik di setiap sudut darah dan dagingnya.

Saya perempuan, tapi kadang tak mengerti sepenuhnya ke-per-empu-an saya. Hingga hidup dan peristiwa mengajarkan banyak sekali makna tentang arti sesungguhnya seorang perempuan.

Besar di lingkungan kaum Adam, membuat saya harus pontang-panting mencari si feminim. Pelan-pelan, nyata sekali metamorfosisnya. Dari yang suka celana pendek, celana panjang, kemeja, kaos, topi, sepatu kets, layangan, naik pohon, main kelereng, lari-lari hingga maen ke kebon orang. Eng ing eng…berubah!

Pake jilbab, walau tetap bercelana panjang/kulot dan berkemeja atau kaus panjang. Pake rok atau gamis, hmmm..ga deh, ribet gitu lho ^_^ (ini masa SMA). Jiwa kelelakian ternyata masih bersemayam (hadeuh). Walau pake jilbab dan udah keliatan cewek, tetep we tomboy abis.

Kemaren, rasanya si saya jadi perempuan banget. Soalnya lagi mellow..
Alias perasaan sedih tak menentu, rasa kesepian, ga bisa tidur, ga pengen ngapa-ngapain. 
Dulu sih sempet kayak gini waktu Rava masih bayi. They said, baby blues syndrome. Ari sekarang? Ga ngerti juga ini kunaon. Laki-laki kayak gini juga ga ya?

Sedih we bawaannya..males senyum dan tertawa lebar. Males mau senang..(ada gitu ya)..males mau basa-basi, pengennya nyumput alias ngurung diri di  kamar..tidur…dan lelap!

Itu soal perempuan mellow..

Wanna share something bout it too?



3 November 2011

Lelaki dan Perempuan_Kesatu

Hai...aku perempuan.

Menjadi perempuan bukan pilihan. Kun fayakun, begitu saja! Begitupun lelaki..Kun, maka dia menjadi seorang lelaki.
Hanya ada dua jenis kelamin di dunia (normal) ini. Mari tidak berbincang dengan ketidaknormalan saat ini, dimana ada lelaki perempuan, dan perempuan lelaki. Kategori kelamin menjadi tidak jelas kalau sudah begitu.

Sore ini saja. Di pukul 15.51 WIB. Saya hanya ingin berbagi tentang perempuan. Menulis di blogspot dan multiply tentang perempuan tidak memuaskan sepenuhnya. Namun, dahaga tetap terpuaskan.

Beberapa dan banyak perempuan sudah saya temui. Keluarga saya yang perempuan hanya Ibu, Bibi dan Nenek saja. Tidak punya adik maupun kakak perempuan, juga saat itu hanya 1 orang sepupu perempuan. Otomatis keluarga besar saya di dominasi lelaki. Dari 7 lelaki, saya perempuan satu-satunya. Jangan bayangkan saya bisa feminim dan lembut. Lingkungan betul-betul mempengaruhi. Saya berjilbab, ya! Sayangnya masa kecil - memakai jilbab tetap berhormon lelaki lebih banyak ^_^
Tomboy orang bilang. Ah, suka-suka mereka saja, Toh, deep inside I'am a woman.

Perempuan kemudian lebih banyak hadir dengan judul teman, sahabat, rekan kerja, relasi, tidak ada musuh. Buat apa memusuhi perempuan. Saya baik kok..haha!
Orientasi saya berubah dari tomboy menjadi "sedikit" perempuan, saat memasuki SMK yang didominasi 99 persen oleh kaum ini. Menjadilah diri saya bermutasi menjadi "perempuan".

"Lebih enak curhat ke lelaki, dibanding ke perempuan...!" Hmm, bener sih, tapi ga juga..karena lelaki mikir pake logika dan perempuan mikir pake rasa. Jelas beda!

"Gaul ma lelaki lebih nyaman, ketimbang perempuan!" kalau unsur melindungi, bisa jadi. Tapi kalo ketemu lelaki yang berniat jahat. Waspadalah!

"Lelaki ga ribet. Perempuan bikin pusing!" Aha..sama saja lah. Lelaki juga bisa ribet, perempuan juga bisa menyenangkan.

-nanti di lanjut lagi ah tulisannya-