Mungkin lewat ini aku bisa mencurahkan semuanya. Segala rasa, segala penat, segala keluh dan kesah. Juga berbagi resah dan bahagia. Tak bisa berbagi tangis, karena memang tidak akan pernah ada tangisan. Selalu, seperti ini..sampai kapan (jeritan sakit hati..hoho)
3 Oktober 2011
30 September 2011
Berakhir Baginya
Sosok Abah adalah perpaduan antara lelaki funky dan lelaki matang. Di usia lebih dari 55 tahun, fisiknya tetap terlihat kuat dan penampilannya selalu gaul. Pertemuan pertama dengan Abah, wah...ga nyangka :)
Abah adalah ayah kandung dari teman baik saya. Tadi pagi mendapat sms bahwa Abah telah wafat karena sakit. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun...langsung teringat akan sosoknya terakhir kali yang masih segar dan sibuk menyalami walau tanpa banyak pertanyaan. Kapan ya aku terakhir ketemu Abah? sudah lama sekali.
Tugas dan kewajibannya sudah tertunaikan. Anak-anak dan cucu kemudian menjadi generasi penerus yang akan mewarisi setiap amal kebaikan yang dilakukan Abah.
Selamat jalan Abah, semoga Allah ridha atas apapun yang terjadi pada diri Abah kelak setelah pertemuan dengan-Nya.
Wilujeung istirahat.
Abah adalah ayah kandung dari teman baik saya. Tadi pagi mendapat sms bahwa Abah telah wafat karena sakit. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun...langsung teringat akan sosoknya terakhir kali yang masih segar dan sibuk menyalami walau tanpa banyak pertanyaan. Kapan ya aku terakhir ketemu Abah? sudah lama sekali.
Tugas dan kewajibannya sudah tertunaikan. Anak-anak dan cucu kemudian menjadi generasi penerus yang akan mewarisi setiap amal kebaikan yang dilakukan Abah.
Selamat jalan Abah, semoga Allah ridha atas apapun yang terjadi pada diri Abah kelak setelah pertemuan dengan-Nya.
Wilujeung istirahat.
29 September 2011
Lama nian ( 3 Tahun)
Sudah selama itu yaks...heu. 3 tahun bo...tak bersua dengan blog ku yang ini. Kangen...wuih, ternyata multiply tak cukup untuk menuangkan hasrat menulis, haha.
Jadi i'm back...
Jadi i'm back...
9 Juni 2009
Kum 5 Miliar

Ditotalkan sekitar 5 miliar habis untuk cinderamata - sebuah cincin emas- bagi para anggota DPR RI (Berita pagi di tribun jabar hari ini halaman pertama). Weits...besarnya jumlah itu! Padahal mereka sudah kaya, padahal mereka sudah berlimpah harta, padahal mereka enak ongkang-ongkang kaki di majelis. Bangganya anggota DPR... padahal periode sebelumnya mereka juga udah dapet tuh cincin.. Huk! Sungguh teganya-teganya..tak cukup greget dalam hati membaca berita itu.. Di halaman yang sama, di koran yang sama...murid2 SD Kendeng Pasirjambu Bandung berbahagia dan bersukacita karena mendapat meja dan kursi baru untuk belajar mereka, karena yg sebelumnya mereka harus berdiri ketika belajar di kelas. Huk! Sungguh ironis negara kita ini.. Dan kemudian para penguasa-pemimpin-yg punya jabatan merasa "biasa" saja! Huk! Mengerikan membayangkan generasi setelah kita! -sekedar opini pribadi warga negara RI ini-
8 April 2009
Kudu Bahagia!
Telf berdering nyaring bising. Undangan rapat mendadak di hari ini, jam 2 menjelang jam 3 sore. Tak tahu agenda apa, duduk we di area rapat yang di dominasi para laki-laki. Hulang huleng (kebingungan sendiri, akhirnya menyimpulkan : saya nuju lieur, hehe!).Rupanya mereka-mereka sedang sibuk pembenahan organisasi, mendatangkan konsultan, mendatangkan para pejuang yang mau berjibaku dengan perubahan sistem, menghadirkan saya yang mungkin gunanya cuma jadi notulen disana, heheu!
Isu-isunya seperti ini :
a. saya memang jadi notulen dadakan disana ^_^
b. sempat makan 2 potong jambu merah yang jadi konsumsi (asa baru liat konsumsi rapat buah2an potong)
c. ternyata sayah teh mengganti seseorang yg akan keluar untuk menyelesaikan tugasnya.
d. rapat berakhir, migrain menyerang. senut-senut sampe sebelum nulis ini
e. alhamdulillah sebentar lagi pulang (halagh, teu nyambung pisan!)
f. alhamdulillah, uneg-uneg tersalurkan
g. alhamdulillah...alhamdulillah..alhamdulillah
Uhuy! Sibuk Yeuh!

Pagi ini sudah cerah. Matahari bersinar lagi, tak seperti kemarin yg malu-malu melihat dunia. Aku senang, anakku senang menyambut mentari. Suami juga senang karena sudah selesai beres-beres keperluan ke kantornya ^_^ Orang tidak tahu bahwa sebelum kesenangan itu muncul yang ada judulnya kesibukan. Seperti ini : 1. Mencuci pakaian dan menjemurnya 2. Belanja ke warung 3. Membereskan seisi rumah 4. Anak mandi 5. Masak untuk sarapan, yang sayangnya telat jadi dibawa kekantor dan breakfast di kantor ^_^ 6. Cek barang2 yg mau di bawa 7. Semir sepatu Harusnya sudah disiapkan dari malem. Ah ga mungkin juga, atau memang ada beberapa yg bisa disiapkan malam. Tapi agenda malam sebelumnya juga sudah terjadual ^_^ Dan memang tidak seharusnya ada kata "harusnya". Nikmati saja hari ini, pagi ini, siang ini, sore ini, malam ini. Hari Rabu yang berkah buat kita semua. InsyaAllah
7 April 2009
Kesedihan

Judulnya memang ingin kesedihan. Bukan karena cuaca Bandung akhir2 ini berwarna abu-abu, cenderung kemudian berubah menjadi titik2 air hujan. Rahmat dan berkah yang turun dari Allah untuk hari-hari kita. Hanya saja memang hidup tak bisa dipisahkan dengan kesenangan pun kesedihan.
Adalah demikian :
1. Bertemu kawan lama kemaren sore. Bercerita banyak hal : turunnya berat badan, kondisi psikologis, tantangan dakwah, konspirasi, keutuhan perjuangan menegakkan kebenaran, hinaan, cacian, sakit hati, prasangka, dan hal lain yang kemudian berakhir dengan kalimat kesedihan personal.
2. Rutinitas pun bisa terganggu karena satu hal ini : komputer bermasalah. Memang tak semua pekerjaan dilakukan dengan komputer, tapi keberadaannya saat ini memang cukup penting, dan ini semua gara2 program tak bisa diakses selama 4 hari ini. Sudah ada solusinya sih, dan sekarang sedang proses. Inipun kesedihan keseharian.
3. Hanya karena kata-kata sederhana pada waktu yang tak tepat, atau pada saat kondisi hati tidak siap menerima kalimat pedas...sedihlah hari itu. Bernama kesedihan batiniah.
Jikapun kesedihan mewarnai setiap episode hidup. Percayalah, setiap satu kesedihan akan dibalas dengan 2 atau lebih kesenangan dan kebahagiaan.
Langganan:
Postingan (Atom)