23 Oktober 2011

Begitu

Sejatinya setiap orang bisa memahami. Tapi ternyata tidak. Status temenku di fb bilang sesuatu tentang "pengkhianatan" dari seorang sahabat.
Kamu tak akan pernah merasa sakit sebelum merasa dikhianati. Karena teori selalu tak terjangkau. Rasa dan pengalaman adalah sesuatu yang bisa langsung menjungkirbalikan kehidupan kamu.

Bukan hanya persahaban, percintaan, hubungan antar pasangan yang dibumbui pengkhinatan. Bahkan diri kita pun bisa menjadi "pengkhianat" sejati. Yang tak perlu orang lain tahu, tapi kedalaman tindakannya bisa dirasakan oleh diri kita sendiri. Tudingkan telunjukmu pada mukamu yang jadi pengkhianat itu, baru kau bisa menyadari sebuah kata "penghianatan".

(Haha, curhatan sebelum masak di sore hari)

20 Oktober 2011

Dicakar

Jam 11. Sesi private berakhir.
11.05 jemput Rava di PGTK PAUD na.

"Bunda sini, ada cerita baru lagi!" Kepala Sekolah sumringah menyambut.

"Tadi Rava ke kamar mandi. Ketemu kucing hitam. Diajak main-main sama Rava dan di kagetin." awal kisah.
"Kucing kaget, loncat, mencakar saya dan tiba-tiba Rava bilang - Bu, aku berdarah- sambil menunjuk wajahnya."
"Trus gimana bu?" komentarku sambil mikir. Hebat...4 hari sekolah sudah terjadi insiden..hehe.
"Rava biasa saja, tidak menangis, cuma bilang begitu saja. Lha, saya yang kaget. Lalu saya olesi saja salep antibiotik." akhir kisah yang mengenaskan ^_^

Cluk..cluk..cluk..Rava tiba. Laporan langsung dari mulutnya.
"Ibu..ibu..tadi ada kucing hitam...Rava berdarah!" sambil monyong-monyong dan cengar-cengir.
"Rava sakit?" memastikan.
"Enggak!" waduh..dia kebal rasa sakit ceritanya.

Memang sih, jika terjatuh, berdarah, terbentur...Rava tak menangis. Jikapun menangis, karena kaget saja. Bukan karena sakitnya.

Siang yang ada-ada saja ^_^

ke-CANDU-an

Wohoi..asyik nian!

Men-CANDU- memang bikin melayang, lupa dengan kesulitan, senang terus, terus senang. Tak ada susah, tak ada masalah. Hore!!!

Sodara, ini soal kecanduan MENULIS. Bukan yang lain..wkwkwk...senang...selalu bisa posting apapun. Mau dibaca, mau diliat dan tak dibaca. Tak masyalah. Ini soal KEPUASAN.

Aku sedih, tulis!
Aku senang, tulis!
Aku pusing, tulis!
Aku bahagia, tulis!
Aku geleuh, tulis!
Aku cinta,tulis!
Aku mengeluh, tulis!
Aku curhat, tulis!
Aku marah, tulis!
Aku bingung, tulis!

Mari menulis..mari menulis..mari menulis...

Kesulitan=2 Kemudahan

Torn di rumah bocor. Entah dimana kebocorannya. Mau cek dan naik ke atap, rasanya kok ga pantes ya...(lha wong saya ibu-ibu gitu lho, dan naiknya dari mana). Suami siagaku cepat tanggap. Setelah naik, ternyata tak berani juga menginjak-nginjak genteng na.Takut ambrol..heheu. Walhasil, torn tetep bocor dan sampai sekarang belum ditambal.

Untungnya (manusia selalu beruntung). Air yang luber tetap jernih dan bisa ditampung banyak. Bisa digunakan juga. Walau mengucur tiada henti, kami mengibaratkan sebagai air terjun buatan di kolam, sehingga bunyinya seperti nyanyian yang merdu, berasa rumah di pinggir sungai dengan gemerciknya..haha.

Jurus terakhir. Kita inisiatif mengosongkan torn saja, agar bisa ketahuan bocor dimana. Tak tahunya, saat air kosong dan kita menyalakan pompa, beberapa kran mogok, tak mengalirkan airnya.

Torn tetap bocor. ditambah lagi kran macet. Double masalah.
Hidup penuh masalah..pusing!Padahal cuma air gitu lho..dan masih berlimpah, tak kekeringan atau keruh seperti tetangga yang lain. Memang mesti banyak bersyukur di balik masalah. Sehingga berharap Allah menolong.

Hari ini. Setelah pompa terus dinyalakan, dan di usahakan untuk memancing air agar kran tak mampet. Alhamdulillah, kran berhenti mogok..mengalirlah air dalam bilangan jumlah yang cukup besar.

Welldone ayah..satu masalah terpecahkan. Air tetap penuh dan mengalir. Tinggal torn saja yang menunggu eksekusi.

Untuk sementara ibu istirahat mencuci..karena di laundry kan..asyikk!


19 Oktober 2011

Dari Manusia

Mengajar private selama 6 tahun ini. Membawa perubahan yang berarti. Memang tidak banyak, tapi "sesuatu" yang ada disini - di hati- terasa berbeda, teras berubah, terasa "lebih".

Kamu-yang memiliki masa lalu 'gelap'.
Kamu-yang pasrah didera keinginan sang  buah hati.
Kamu-yang ditinggalkan dan meninggalkan karena sepotong hati yang lain.
Kamu-yang menjadikan dirimu bagian dari lingkaran kedua di hidupnya.
Kamu-yang berjuang meninggalkan egoisme diri.
Kamu-yang kanakkanak, polos dan apa adanya.
Kamu-yang terpaksa, tersuruh, terbelit dalam lingkaran masalah.
Kamu-yang menapaki setiap hari dengan kebimbangan
Kamu-yang menjadi "diri" orang lain dalam satu tubuh.
Kamu-yang ingin terbang, berlari dan menjauh.
Kamu-yang memiliki khayalan, impian dan cita-cita yang banyak.
Kamu-yang sendu.
Kamu-yang tangguh dalam hidup.
Kamu-yang lelah, letih, dan terkulai.
Kamu-yang siap menjadi apapun.
Kamu-....
Kamu-...
Kamu-...

Mari...kita berbagi. Mari kurampas semua pengalaman dan kehidupanmu. Hingga kita semua berakhir bahagia. Di lahir dan di batin.

Jangan banyak BICARA

Talk only!
Ngomong aja lu..kagak ada aksinya!

Rese banget sih. Ngurusin yang bukan urusannya.
Sudahlah, diam saja kalau tak ada sangkut pautnya.
Buang kata, buang kalimat, buang waktu sia-sia

Mereka tak akan mendengar.
Jikapun mendengar, tak ada guna.
Diam saja.
Lebih asyik kan!

Kamu

Aku pernah mengenal sosokmu yang "biasa" itu. Tutur yang sederhana dan tingkah laku yang tak lebay (berlebihan), sungguh seadanya, sewajarnya.
Aku tak pernah bercengkrama denganmu berbilang hari. Mengirim kan muu sms atau ber-telfon berjam-jam. Keberadaanmu hanya ada dalam cerita saja. Tak lebih tak kurang.

Sehari kemarin. Bertemu denganmu. Menyapa (seolah basa-basi). Berbagi senyum dan kabar sekedarnya. Lalu hilang.

Aku tak pernah mendekatimu sejak saat itu, kamu pun demikian.

Hingga...sesaat di waktu itu. Sesaat yang membutakan, sesaat yang menggeramkan, sesaat yang menyebalkan, sesaat yang menggemuruhkan, sesaat yang menyesakkan, sesaat yang memporakporandakan.

Aku tak pernah mengenal sosokmu (hingga) saat itu tiba. Kemudian terhempas. Seiring dengan waktu yang belum bersahabat hingga kini.

Ternyata, masih ada kamu. Disana. Mungkin tak peduli, mungkin menyesali, mungkin biasa saja, mungkin tak terjadi apa-apa, mungkin diam, mungkin membalas, mungkin tidak melakukan apa-apa, mungkin meremehkan, mungkin merasa.

Dan, memang masih kamu adanya. Sewajarnya. Se apa adanya.