8 November 2011

Ayo, Maksimal Lah!

Ujian hidup jadi biasa kalau rumus patennya sudah hafal secara teori dan praktek. Di tataran aplikasi dan implementasi atawa kenyataan sehari-hari, teori yang molotok tak semudah mempraktekannya.

The Next Three Days ( hehe, bukan filmna Russel Crowe nu eta). Ini mah maksudna tiga hari lagi saya sudah harus menyiapkan sejumlah dana untuk sesuatu (ah, syahrini lagi). Tapi sampe sekarang tuh uang belum lagi terkumpul. Ada peluang karena ada yang pinjem dan belum bayar utang, dari target tanggal sih udah bakal tepat waktu, H-2 menuju Hari H tea. Orang nu pinjem juga terus di kontak. Intina kita melakukan planning keuangan A, B, C, hingga D. 

Kadang kita lupa dengan segala urusan ikhtiar ini, melupakan HAL YANG BENAR-BENAR PENTING. Yaitu berikhtiar kepada Allah Sang Pemberi Rezeki dan Sang Memberi Kemudahan. Doa dipanjatkan, ibadah di tingkatkan (tentu bukan karena ingin di kabul saja), usaha manusiawi juga dilakukan. Sehingga antara kekuatan iman pada Allah dan upaya manusia bisa selaras.

Jika hasil sesuai harapan. Percayalah, bukan kita yang berbuat (tong sombong dengan usaha kita). Allah lah yang sesungguhnya melihat setiap usaha kita dan kemudian memberi solusi.

Sampai saat ini saya tidak tahu di hari H itu akan seperti apa. Menurut perhitungan manusia, sigana moal aya dana segitu hari itu. Tapi buat Allah, segalanya bisa!

Alhamdulillah, hari ini sudah ada pencerahan...mulai ada solusi,..Alhamdulillah

-Maka jangan berputus asa dari jaminan Allah-
Yakin terus, ikhtiar terus. Bismilah

SAPI dan Kambing

Sengaja kata SAPI lebih besar dari kata Kambing..hehe (ga penting).

Hari Raya Idul Adha sudah lewat 2 hari. Namun "pembunuhan" terus terjadi dimana-mana. Sekian SAPI dan Kambing sudah menunggu gilirannya. Saya sih sudah terlanjur eneg dari hari pertama penyembelihan (minggu, 6 Nov 2011). Mendapat 1 Kg lebih daging sapi sudah bikin trauma (haha, harusnya sebagai ibu-ibu senang dong dapet jatah daging gratis yang banyak sekali). Lah, yang ada mah bingung, da di rumah cuma si ibu dan si ayah yang bisa makan daging. Rava mah tidak suka. Jadi tuh daging bener-bener "menyiksa". Bukan karena tidak bersyukur lho ya...just because to much aja jadi eneg. 

Menginjak siang hari. Masih mendapat bagian daging SAPI+Kambing dari RT setempat. Huhuhu....stress lagi. 

Ayah sorena pulang dari Ciparay (Pesantren)...bawa segunung kangkung+bawang daun...Alhamdulillah ada yang hijau-hijau, eh...taunya ada juga sekeresek daging na disana....Huah....!

Nah, kemudian teman baik saya yang ikut urunan kurban SAPI juga sms," Mau daging ga, sama tulangnya...di kulkas saya numpuk nich!" Hoalah..tidaaaaaaaaaaaaakkkkk!

Sodara, sebagian sudah saya masak ituh daging teh. Sudah saya bagikan juga ke tetangga. Sudah ditolak juga yang nawarin daging (hehe, maaf ya Mir, secara kita belum punya kulkas, jadi bingung naro dagingnya). Dirumah pun sepanci gule masih belum di garap...haduh! ^_^

Hari ini, masuk kerja. Dapet info ada pemotongan Kambing lagi sebanyak 7 buah, dan alamat kebagian jatah (haha, ngarep.com)...makasih deh..sudah rieut saya na juga...kalo icip2 mungkin boleh..sedikit aja mah...

Jadi mikir : Si saya kebagian daging kurban banyak banget, pasti ada sodara-sodara muslim saya yang ga kebagian.. jadi sedih. 
Yang saya dapet emang saya masak seperluna. Sisana saya bagikan juga. 

Berharap : Lembaga ZIS bisa lebih maksimal menyebarkan para daging ini. (salut utk rumah zakat yang bisa meng-kaleng-kan itu daging biar tahan lama, dan disebar ke seentero dunia).

-episode lebaran haji-
Diatas semua, Alhamdulillahi rabbil alamin


5 November 2011

Pilgrim

Satu. Sepuluh. Seratus. Sejuta. Berjuta

Ihram berpadu dengan pasir dan cuaca Mekkah

Wukuf. Sejatinya sebuah kesempurnaan spiritual. Tak terbatas. Hanya kita dan Allah.
Berdua saja. Sibuk. Bercengkrama. Bercerita. Bermohon. Berdialog. Berdua saja.

Segala pinta, segala ingin, segala butuh. Berpadu dalam jalinan doa-doa.

Haji adalah wukuf.
Wukuf adalah haji
Arafah disana.

Rabb..ijinkan kami kembali ke Arafah, bertemu di puncak kesempurnaan itu. Bertemu dengan MU!
Amiin

Menulis

Bicara kata.
Bicara hati.
Bicara kalimat.
Bicara cerita.

Menulislah.

Sudah mulai suka menulis sejak di SD, berapa tahun ya usia kala itu, hmm...mungkin sekitar 7 tahun. Baru suka, praktek menulisnya sendiri baru dimulai akhir kelas 6,  berasa cewek...mulailah membeli buku diary yang lucu-lucu itu. Dan sibuk mencari teman untuk ditodong menulis biodata setandar banged! Halagh.
: Jangan lupakan aku ya!
: Ini no telfku....telf nanti ya teman!
: Nanti di SMP jangan sombong!

Tulisan culun bukan? Haha..senang sekali membaca diary SD, SMP ituh.
Yang di ceritakan baru seputar pelajaran, guru, sekolah, teman-teman - terutama kecengan resmi - hehe. Atau tentang kegiatan sehari-hari dan keluarga. Senang saja, bisa ngobrol dengan buku diary dan menulis apa yang kita mau.
Masuk SMA tulisan lebih didominasi soal cowok, cowok dan cowok. Atulah, kan sayah teh lagi puber..wajar pisan kan (beladiri.com) Heheu. Secara sudah mulai falling in love with someone. Pucuk-pucuk cinta di SMP, tapi mekar-mekar pan waktu SMA. Nah, diary seru sekali saat itu. Habis halaman, beli lagi yang baru. Beli lagi.Sampai ada kali 7 buah buku. Produktif sekali kan.

Kuliah masih nulis. Mulai agak keren, karena ada komputer, karena ada fasilitas blog..jadilah diary tergeser kedudukannya (hiks, sedih). Soalnya kalau file, kadang crash, kadang hilang, kadang lupa judul, kadang males diliat lagi. Beda sama buku, bungekeleukana ada..jasadna ada. Mau baca tinggal dibuka lagi. Tapi sekarang sih emang sudah malas beli buku untuk nulis, lebih suka di lappie we..hehe.

Jadi emak-emak pun, teteup gaya. Nulis terus. Mau dibaca orang, kagak di baca orang. Tak peduli. Memang sih cita-cita pengen jadi penulis terkenal (kapan ya..hiks). Ide mah bergerombol. Cerpen memang sudah ada beberapa yang dimuat di Tabloid (ingat Tabloid MQ..nuhun ya sudah memuat cerpenku, hehe). Pertama tulisan muncul di PR dalam bentuk komentar, dapet honor 15 rebu perak...senang pisan! Lalu tulisan di media (PR) lagi, dalam bentuk surat pembaca. Cerpen, artikel, tulisan mini bertebaran di rumah. Kumpulannya masih ada. Heheuy, produktif juga kan sayah teh. Artikel tentang muslimah ku, katanya  mau dibukukan oleh salah satu penerbit di Bandung, tapi sampai sekarang tak ada kabar sodara. Sudahlah!

Ada rintisan novel. Masih di kepala, dan kagak tamat-tamat. Secara si sayah suka menghayal. Ngarang cerita dina kepala. Aktor dan aktris kumaha saya, cerita bisa muncul lewat mimpi, ku saya diteruskan di kepala. Belum sempat di tulis, da kalau ditulis suka mandeg we tungtungna mah. Hadeuh..Siga nu autis. Karena kalo di angkot, kalo lagi sendiri, mau tidur. Saya suka sekali melanjutkan cerita di kepala saya. Lalu bisa langsung ketawa sendiri, senang dan bahagia sendiri, serta terlelap ketiduran dengan senyum (ahay, lebay pisan).

Jadi, menulis seperti oase jiwa bagi saya yang cenderung penyendiri, introvert, dan rada kuper (dulu sih, hehe). Kalau menulis pan gimana saya. Terserah saya.

Enak pisan jadi penulis ya!
Ya iya lah!

Cangkeul geuning..atosan heula ah!

Aha (Libur Panjang)

Senang..senang..senang...Horee!!!

Jumat cuti. Ngapain di kantor bengong sendiri, sementara seluruh kawasan sentral 7 libur ^_^
Sabtu libur. Ya, karena setiap sabtu selalu libur.
Minggu libur. Bergandengan dengan kemaren dan menggenapkan Hari Raya Idul Adha
Senin libur. Berkah bagi muslim yang menyelenggarakan Lebaran Haji

4 hari saja. Dan banyak hal yang bisa dilakukan.

Tilawah. Ayo kejar target
Banyak ibadah. Tak ada alasan cape, lelah dan teman-temannya itu ^_^
Membaca buku (hebat, tamat dalam 1 hari, novel sebanyak hampir 300 halaman)
Melanjutkan membaca ( rekonstruksi ulang cerita dan mencari makna kembali di tiap katanya)
Nonton televisi (menemani anak sambil sibuk mencari informasi terbaru)
Menulis (voila..akhirnya)
Bermain bersama keluarga
Mengobrol. Dari yang ga penting sampai merencanakan tahun depan (2012 tinggal 2 bulan lagi sayang!)
Tidur. Menuntaskan kelelapan
Sibuk dengan rumah. Secara ari ibu-ibu mah tina dapur, cucian, setrikaan, beberes...yuk, mari!
Silaturahim..Saatnya jalan-jalan santai
Belanja. Yang perlu aja, baru awal bulan bu!
Menuntaskan yang belum tuntas. Sagala we, hahaha...
Browsing. Tah ini mah kalo ada pulsa dan koneksi na cepet..asyik pisan!

Mari ah. menyenangkan diri dengan hal yang manfaat di liburan. Mencari kesenangan sederhana saja, tak perlu mahal, tak perlu repot. Karena berlibur saja sudah hal yang mahal untuk yang sibuk setiap hari senin-jumat.

Senang..senang..senang...Horeee!!!



Happy Milad Rava

Tidak ada tart coklat yang menawan itu
Tidak ada lilin berangka 3 atau berjajar 3 buah
Tidak ada balon yang ditiup
Tidak ada teman-teman yang kami undang
Tidak ada hadiah dan banyak kado
Tidak ada musik pengiring ulang tahun.

Di tanggal 4 November 2011 kemarin, yang ada hanya kita bertiga
Ayah
Ibu
Rava

Menyanyikan Happy Birthday To You saat kau bangun di pagi hari.
Mencium pipimu dengan sayang, mengucapkan selamat ulang tahun yang ketiga
Melantunkan doa di 3 tahun mu ini
Memohon maaf karena kami belum "sempurna" di sisimu selama 2,99 hari itu
Mencintaimu dengan sepenuh jiwa
Menyayangimu dengan keterbatasan kami mendidik dan menjaga mu
Menghadiahimu dengan keberadaan kami di sisimu dalam suka dan duka
Menemanimu dengan senang

We love u son, and will be the same whether you know or not...
Happy Birthday Rava!
Thanks for all this year...
U're an angel for us ^_^


Pagi Dingin

Amat sangat. Karena dari semalam dan hari kemaren hujan. Memang tidak deras, namun rintiknya membasahi rumput dan tanah juga. All day! Tetesannya terus mengalir. Membuat tak ingin bangun dari tempat tidur. Bergelung dalam selimut, ditemani susu coklat panas, di hibur oleh si kecil Rava dan sibuk membaca novel lawas ^_^ Aih, senang sekali. Tak perlu kerja, karena 4 hari ini libur sodara...nikmat mana lagi yang kudustakan...

Pagi ini juga masih dingin. November rain! Hujan selalu di bulan November. Bersiap saja aneka cemilan di rumah, perbekalan dapur selama sebulan, biar tidak bolak-balik ke pasar. Tumpuk buku dan DVD yang siap di eksekusi, hehe.

Sabtu pagi. Matahari belum lagi muncul. Tilawah mengalir. Niat mengalir seiring Wukuf Arafah disana, dan disini mencoba menggenapkan "wukuf" dengan shaum. Bismillah.

Pagi selalu menyegarkan. Walau basah, walau dingin, walau tak ingin kemana-mana ^_^

Selamat pagi semua! Senang sekali bisa menulis di pagi ini. Di rumah. Di temani suami dan anak tercinta.