10 Januari 2012

Ringan dan Lucu

Berbenah dengan yang indah-indah. Dengan yang asyik-asyik. Dan yang seru-seru aja.

Tausyiah kemaren sarat ilmu..banged! 

Ust. Wahab membahas perkara Taqwa...tak sekedar belajar ma'rifat...tapi juga belajar fikhnya. Tauhiid harus didekati dengan syariat yang membumi. Karena ma'rifat sendiri adalah hakekat. Great job ustadz ( like this pisan, hehe).

Sesi berikut di isi Mas Amri Ngakunya pengusaha gagasan. Keren. Bisa menentukan karir diri dengan cemerlang (wanna be like him). Yang berani membuat terobosan. Tak mau sama. Menjadi berbeda dan unik. Memiliki berbagai talenta. 
Materinya tentang Menikmati Hidup Dengan Bersepeda. Tak hanya perlu pengetahuan lengkap soal sepedahan. Tapi juga menggali makna hidup di setiap kayuhan dan perjalanannya. Terjatuh, kerjasama, menemukan ide, bersenang-senang seperti anak kecil, Tertawa, ngos-ngosan, tersenyum lebar karena bisa menyusul, terengah saat mendaki, berhati-hati saat menurun. 

Ah, ternyata hidup pun seperti bersepeda. Naik turun. Mendapat rintangan, mendapat kepuasan dan kesenangan, mendapat kesegaran baru untuk jiwa dan lahir.

Makasih mas ya..ilmunya sungguh mencerahkan hati di pagi senin itu, di tanggal 9 Januari itu.

9 Januari 2012

Oh..oh..HP ku

Sudah hampir setahun dia menemaniku. Menjadi saksi dari sejarah-sejarah ketik mengetik dan kirim mengirim pesan serta teteleponan..Menemani suka duka tahun 2011 (hadeuh!).

Samsung Star Wifi..finnaly I will sell you..no heart feeling ya, hehe

Just need some air with new gadget..though it will be more cheaper than you ^_^

Oh, dear...loosing you is a painfull (lebay.com). Coz u know everything bout me, more than others.
Handphone bagi si sayah ini bukan sekedar aksesoris gadget yang 'mati'. Sejatinya ia hidup dalam setiap kehidupan kita. Setiap saat dia menemani, tak pagi, tak siang, juga malam dan hingga terlelap. Betapa kita membutuhkannya laksana membutuhkan udara. Tak bernafas tanpanya. Tak berdaya tanpanya. Jaringan sosial kita meluas, kepercayaan diri bertambah seiring jenis gadget yang ada pada kita. Berburu yang terbaru dan tercanggih. Padahal yang kita butuhkan adalah silaturahim nya. Berkawan, berteman, berbincang dengan keluarga dan orang terkasih. Mencipta kabar dan berita, berbagi tangis dan tawa. Sms-sms yang memotivasi hingga yang remeh temeh. 

Oh, my handphone...hiks..

Kematian

Kesedihan tentu datang bersama kematian.
Kehilangan sudah menjadi hal yang pasti.
Tersisa kenangan-kenangan dan percakapan kala lalu.
Melanjutkan semangat hidup dengan keseharian yang baru.

Kematian menyisakan kecerdasan bagi yang berfikir.
Kematian menyulut setiap emosi jiwa untuk menjadi lebih manfaat.
Kematian bahkan membakar gairah untuk hidup lebih baik.
Kematian juga yang mengajarkan kita untuk waspada dengan apa yang kita lakukan.

Doa selalu terlantun dari hati yang memohon.
Harapan surga menjadi bait-bait dzikir.
Kelapangan kubur dihantarkan setiap berziarah
Indahnya kematian yang khusnul khatimah.
Kematian yang baik. Kematian yang berkah. Kematian yang manfaat

6 Januari 2012

Nongkrong_Asyiiik!

Mau dong.
Pengen nongkrong seharian. Menghabiskan waktu dengan melamun dan melihat hiruk pikuk dunia dari kacamata berbeda. Meninggalkan yang rutin dan sudah jadi keseharian. Sepuasnya melahap pemandangan dunia. Tanpa rumit, tanpa ruwet. Sederhana saja. Sendiri saja. Melahap kesunyian dan keramaian sekaligus. Syukur bisa berkontemplasi. Kalau nggak, cukup dihadirkan berliter air mineral dan camilan ringan hingga berat. 

Melihat mata.
Mendengarkan telinga.
Merasa hati dan perasaan.
Berjalan kaki.
Berpegangan tangan sendiri.
Berfikir akal.

Suka deh.
Bertemu dengan orang berbeda. Suasana berbeda. Waktu yang berbeda. 

Di pinggir jalan oke. 
Di cafe 24 jam oke.
Di warung tenda oke.
Di atas motor oke.
Di angkot oke.
Di jalan layang oke.
Di taman oke.
Di mall oke.
Di toko buku oke.
Di pasar oke.
Di mana saja. Di tempat bisa bercengkrama dengan hidup.


Sendiri lebih asyik.
Ah, senang!


Bermain dengan Matahari

Bukan judul film - Mengejar Matahari-.

Karena matahariku selalu ada disini, jadi tak kukejar lagi dan tak ku cari lagi. Dia menemaniku setiap pagi, setiap siang, setiap sore hingga malam larut membungkus bumi.

Aih, pagi ini dia tersenyum padaku. Manis sekali.

Jumat ini, bermain dengan matahari seharian. Juga di Sabtu. Dan juga di Minggu. Matahariku tak pernah bosan mengajak ini dan itu. Melakukan hal-hal yang tidak biasa. Melakukan hal yang biasa. Bersenang kami berdua. Tertawa kami bersama. Bersedih juga berdua.
Matahariku ini tak pernah kehabisan bahan bakar. Terlalu aktif, terlalu kreatif, terlalu pintar sehingga ia bisa mengelak dan membantah. Terlalu talk active, terlalu naik turun emosinya. Sehingga kadang terengah ketika membersamainya ^_^

Kami bisa mengobrol menjelang terlelap. Dari hal yang ringan hingga yang berat. Tertawa terbahak saat menyanyi. Tergelak saat menemukan hal yang lucu. Berkomunikasi dengan bahasa yang hanya kami berdua mengerti. 

Hebat ya punya matahari seperti ini. Lalu kemudian dia beristirahat dengan lelap. Dengan pelukan hangat. Dengan senyuman puas setelah seharian menemaniku. 

"Itu ayah matahari!"
"Ini ibu matahari!"
"Aku Rava matahari!"

-have a nice day with you...every minute and second-




Yakin Yang (Ragu)

Sedang chat sama temen. Tapi si sayah bingung. Ari ini teman dari mana ya. Secara kenal wajah suka lupa nama, hehe. (maaph ya temanku ^_^).

Yakin sih dia kenal saya banget (hoho, pd plus narsis). Ini saya juga masih bingung, pernah kenal di seminar kah, anggota SSG kah, murid private kah, temen dari temen saya kah, temen di dt - jamaah yang ketemu di masjid...hadeuh..pusing euy. Tapi tetep we chat...niatkan saja silaturahim.

Yakin tapi ragu tea geuningan. Tah siga begini, jadi repot sendiri kalau ketemu sama akhwat atau temen ikhwan yang kenal saya, tapi saya ga yakin kenal dia..haha.

Maka dari itu. Yakinlah selalu dengan apa yang pasti-pasti saja. Yang bikin ragu tinggalkan, kecuali ada manfaat. Kalau berteman tentu saja sangat manfaat, pahala silaturahim sangat besar. Sesama muslimah harus saling bersaudara. Dalam kebaikan, insyaAllah.
Teman...who are you, i don't know yet. But sure, i do respect you, that's why we're chat right?




Roti dan Kopi

Ada apa dengan roti dan kopi?

Pagi ini, jam 10. 2 tangkup roti tawar dibalur mentega merk terkenal dan butiran coklat merk terkenal juga menjadi sarapan kedua di hari ini. Ditemani kopi Torabika Capuccino Latte. Those are free ^_^

Jadi merenung plus melamun.

Cerita tentang ROTI dulu.
Roti ibarat dua pasang manusia yang saling bertemu dalam sebuah ikatan hubungan. Secara syariat hubungan lawan jenis yang terikat kuat ada dalam sebuah pernikahan. Halal dan bernilai ibadah sangat tinggi.

Satu roti tak bisa melengkapi roti yang lain tanpa 'perekat'. Pernikahan tak bisa lengkap tanpa 'perekat' bernama mawaddah/cinta dan rahmah atau kasih sayang. Didukung oleh tujuan pernikahan dan prinsip-prinsip berumahtangga yang di syariatkan. Sakinah-ketenangan sampai ke akhirat nanti.

Jika mentega+selai/butir cokelatnya tak ada. Roti akan hambar. Well yeah, kecuali roti ber-rasa ^_^.
Rumahtangga tanpa cinta dan kasih sayang, akan terasa kering. Sebisa dan sekuat mungkin mawaddah dan rahmah harus dipertahankan dan diperkuat hingga akhir. Inilah perekat paling kuat.

Tidak menutup ada ujian cinta/kasih sayang diantara pasangan yang menikah. Karenanya, bersiap jauh lebih baik. Dan pilihlah solusi terbaik serta ikhtiar terbaik untuk merekatkan kembali cinta/kasih sayang yang hambar ini.

Kali ini cerita tentang KOPI.
Pahit, karena bentuknya yang hitam dan rasanya yang memang tak manis ^_^

Pernikahan di bangun bukan tanpa aral melintang. Mulus seperti jalan tol atau tak ada masalah. Hidup adalah perputaran. Senang dan sedih. Bahagia dan kecewa. Manis dan pahit.
Indahnya pernikahan beriringan dengan pahitnya warna di pernikahan kita. Episode sedih tentu saja ada. Pusing dan rumit karena masalah rumah tangga. Jenuh dan tak menemukan kesenangan. Perbedaan karakter, visi dan misi hidup. Juga ricuh keluarga besar atau hadirnya orang ketiga dalam pasangan memicu badai dalam sebuah pernikahan. 
Lalu apa solusinya? Pilihlah solusi dan ikhtiar terbaik untuk melewati ujian dan aralnya pernikahan ^_^

Kopi pahit akan lebih manis jika ditambah gula, sesendok atau secukupnya. Tergantung pada selera kita.

Kepahitan berumahtangga akan muncul seiring perjalanan waktu ke waktu. Pemanisnya adalah keyakinan bahwa semua masalah yang datang selalu akan berakhir dengan solusi yang menghadirkan Allah di dalamnya. Jangan takut. Innallaha ma'ana. Allah bersama kita. Semestinya, seharusnya, sesungguhnya. Meyakininya saja. Melewati dengan iman atas setiap persoalan rumahtangga dan pernikahan kita. Tawakal. Berserah setulusnya. Pilihan manusia (solusi manusia) atas masalah kadang tidak atau belum tepat. Tapi solusi/pilihan - aka Takdir,  yang diberikan Allah pasti yang terbaik diantara pilihan makhluk. Yakin?!?



-sepotong cerita pagi dari roti dan kopi-