Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan

2 November 2012

Seri Parenting Rava : Memukul

Uhm....saat shalat tiba-tiba tendangan kecil tapi menyakitkan itu meluncur dari kaki Rava.

Subhanallah..ujian..ujian.

What do you do moms?

Selesaikan shalatnya. 
Pandang matanya, tatap dengan intens
"Nak, tahukah kau bahwa barusan itu perbuatan yang tidak baik. Menendang dan memukul saat ibu atau ayah sedang shalat tidak baik. Ke siapapun, itu tidak boleh dilakukan. Mengerti!"

Menangislah dia karena sadar telah dimarahi. Tunggu hingga reda.

Kalau masih belum mengerti. Pukul lah kaki atau tangannya. Sampaikan,"Begini rasanya di pukul dan di tendang. Sakitkah Nak?"

"Engkau suka dipukul dan ditendang seperti itu?" Dia menggeleng.

"Begitupun orang lain. Tdk suka diperlakukan seperti itu.."

Sedihnya harus melakuan pola pendidikan dan pengajaran seperti itu pada anak..huhu.

"Ibu Ayah minta maaf sudah memukul Rava." Sampaikan bahwa perbuatan kita hanya sebagai contoh.
"Sekarang Rava minta maaf sama ibu dan ayah karena sudah memukul dan menendang." Walau masih sesenggukan, dia mau minta maaf.

"Rava salah, Rava minta maaf. Rava janji tidak mukul lagi. Rava janji tidak tendang lagi." Isaknya mulai melemah.

Kami peluk buah hati kami tercinta itu.

Duh, sebagai orangtua kami pun menyesal, tak tega. Tapi pendidikan akhlak tetap harus disampaikan, sepahit apapun. Berikut konsekuensinya.

30 Oktober 2012

Seri Parenting Rava : Alphabet

Ayo...kita susun uang-uang koin ini menjadi sebuah bentuk!

Disela tayangan televisi, kebersamaan dan penat ^_^

Ini huruf apa bu? tanya Rava.
Ini A...dari Ayah, Aku, Adik...

Rava menirukan menyusun dan mengeja.

Lihat bu, Rava bikin huruf S! Serunya senang.
Hohoho...padahal susunan koin menyerupai huruf W...jauh sekali.
Oh iya, bagus ya Nak. S dari Senang, Sayang...tetep di apresiasi.

Itulah bagian dari sebuah pendidikan.
Learning must fun.
Ga asyik kalau belajar cuma monoton doang. Otak ga tersambung.

Next. Kita lihat perkembangan yang lain dari Rava.

24 Oktober 2012

Seri Parenting Rava : Jangan Kerja

"Ibu hari ini nginep ga?"
"Ya atuh Va, kan ini rumah ibu rava dan ayah...hehe"

Esoknya.
"Bu, hari ini kerja?" tanya Rava.
"Iya nak." Udah spechless deh.

"Ibu jangan kerja. Disini aja sama Rava."Sudah mulai tanda-tanda menangis di wajahnya.
Oh, sungguh pagi yang berat.
Oh, sungguh mencelos hati ini.
Oh, rasanya tak tega meninggalkannya dalam kondisi sedih.

Dipeluk. Disayang. Di bisikan kata-kata. Di tanya pengen oleh-oleh apa. Di beri pengertian arti bekerja dan kepergian kami.

Ah...tangisnya tetap meluncur.
Mulai memukul.

Dan kami tetap pergi. Sedih sekali.
Pilihan oh pilihan.

Nak...maafkan kami ya..(huhu...aku sedih)

11 Oktober 2012

Seri Parenting Rava : Memukul

Glontang!

Suara gelas terjatuh di atas karpet. Well yeah..the sounds is not like that..hanya bahasa tulis saja, heu!

"Rava!"

Teguran itu membuatnya terdiam. Semenit kemudian tangisnya pecah. Memang bukan amarah yang luar biasa, cukup dengan intonasi suara yang melebihi biasanya saja. Namun hati anak sangatlah halus dan peka. Terluka lah, dan menangis.

Kala lain, Rava mencoba bercanda dengan pura-pura memukul ibu, ayah atau neneknya. 

"Rava!"
Sekali lagi intonasi itu keluar.

Kemudian ada tangis.
Ada upaya meredakan dan penjelasan serta memahamkan pada anak umur 4 tahun kurang sebulan itu, bahwa kebiasan memukul tanpa sebab yang jelas itu tidak baik. Bukan seharusnya yang dilakukan. 

Tak terima, dia terus menangis. Walau kemudian reda. Dan semoga memahami maksud kami orangtuanya.

Pendidikan memang tidak mudah.

10 Oktober 2012

Seri Parenting Rava : Bersama Ayah

Pagi ini Rava mulai terlihat kesal dan menahan amarah. Reaksi yang muncul adalah sedikit-sedikit mudah menangis. Padahal sudah kita ajarkan bahwa kalau dia marah, kesal..bilang saja. 

Lalu kemudiah sang Ayah mengajaknya ikut ke kantor. Merasakan hari itu seharian ikut beraktifitas di kantor.

Wajah tersenyum Rava dan antusiasnya untuk ikut terlihat jelas. Sesederhana itu dalam menyenangkan hati anak.

Alhamdulillah.

Sebagai Ayah. Sebagai Ibu. Nikmat yang mana yang kita dustakan ketika sang buah hati berlimpah bahagia.

Kebersamaan dengan ayah atau ibu sesuatu yang sangat mahal dan berharga dari pendidikan ruhani dan psikologi seorang anak. Kadang perlu anak dengan ayah saja. Kadang perlu anak dengan ibu saja. Dan amat sangat perlu dan penting ketika ayah, ibu, dan anak bersama-sama. Mencipta bahagia. Tertawa atau sedih bersama.

(Ya Rabb...kebersamaan ini semoga Engkau berkahi...amiin)

9 Oktober 2012

Seri Parenting Rava : Hadiah


Hp set..set..set..
Ponds Whitening.
Laptop
Motor putih Honda keluaran terbaru.

"Bu, nanti aku belikan itu semua buat ibu ya..Rava mau minta uangnya sama Allah."

Lihatlah. Si kecil Rava tau saja keinginan ibunya. Seolah dia tak punya keinginan sendiri. Padahal sebetulnya, dia pun menginginkan ini :

Koko Crunch
Ice Cream Bola dari Walls
Jam tangan handphone
DVD Transformers ala bioskop.
Mie Sedap Soto
Sepeda roda tiga

Heuheu...

Nak, lihat. Ibumu pun bisa tersenyum dengan celoteh riangmu.

(dan ibu doakan..amiin, untuk setiap hadiah yang terucap dari mulut mu)

Seri Parenting Rava : Ibu Sedih

Jika sedih itu tak tertahankan. Kau tak punya waktu untuk menahan setiap butiran airmatanya.

"Ibu kenapa? Kok menangis. Ibu sedih?"
Rava bertanya. Dan itu membuat air itu mengalir sungguh sangat deras.

Nak, hatimu lembut. Allah yang melembutkan.
Nak, hatimu peka. Allah yang membuat begitu.

Tak ingin airmata ini keluar di hadapanmu.
Tak ingin kau melihat ibumu menangis.

Hanya tak tertahankan saja. 
Maafkan ibu ya Nak.

Mencintaimu adalah kesedihan yang lain.
Selamanya cinta ini buat Rava.

(Bu, tahanlah setiap sedih..biar Rava hanya melihat tawa di wajahmu saja)

5 Oktober 2012

Seri Parenting Rava : Pijat Istimewa

Senangnya setiap sore.
Senangnya setiap pulang dari kantor.
Senangnya disambut jagoan cilik nan ganteng.
Senangnya menerima pijit gratis dari Rava.

Dengan tenaga seadanya.
Dengan kekuatan semampunya.
Dengan waktu yg singkat sekali.

"Bu, sini aku pijit ya..."

Nikmat mana lagi yang di dustakan

Allah lah yg memberikan kemampuan "insting" pada anak untuk menyenangkan hati orangtuanya ^_^

Makasih sayang..makasih Rava...love u so much !

19 September 2012

Seri Parenting Rava : Bermain

Phiuh...pilihan untuk jadi ibu yang bekerja memang penuh resiko. Ya yang baik,  ya yang buruk. But that's our choise ^_^

Pulang ke rumah nyampe sebelum magrib..paling telat. Paling cepet jam 5 sore. Anakku, Rava ( 4 thn ). Sudah menanti dengan teriakannya."Ibuuuuuuuuuu....ayahhhhhhhhhhhhh....peluk!" dan sibuk berceloteh riang menceritakan hari ini. Padahal kaki belum lagi menjejak teras rumah.

Hati dan fisik pengennya istirahat dulu. 5 menit saja. Faktanya, Rava tahunya orangtua ready buat nemenin dia main, setelah seharian dia ditinggal di rumah..kadang ada teman, kadang tidak. Rutinitasnya makan pagi, nonton, main, makan siang, tidur, mandi, makan malam, main lagi dan menunggu kami pulang.

Sedih?
Ya lah. Secara anak ditinggal begitu. Maka kemudian alternatif kegiatan pun harus dicari. Kasak kusuk mendapatkan info Sekolah atau Paud di sekitar rumah. Walau cuma 1 jam tapi Rava bisa menikmati lingkungan baru, teman-teman baru, dan cepat belajar.

Quote: Pilihan orangtua kadang untuk kebaikan anak, tapi tetap saja harus berani memilih yang terbaik ke depannya. InsyaAllah.

13 September 2012

Seri Parenting Rava : Pengertian

"Mau ikut ibu aja....huhuhuhu!" pagi itu Rava menangis. Setelah 7 hari ditinggal kerja ayah ibunya dan seharian bermain-main di rumah. Pecah juga di hari itu. 

Turun dari motor. Memeluk tubuhnya. Mengajaknya ngobrol. Dan memberikan dialog singkat ini.

"Rava boleh ikut ibu dan ayah kerja, tapi tidak hari ini. Gimana?" Whaduh..sedihnya.
"Di rumah nenek Rava bisa bermain dengan Ebet, dengan nenek, menonton film kesukaan Rava dan bobo siang. Gimana?" huhuhu...dia masih menangis.

Jurus lain...,"Sini ibu buang dulu nangisnya ya..!" kuambil airmatanya..kubuang ke arah pintu.
Dia mulai mereda. Tersedu. Dan tetap tak menarik tubuhnya. Tetap pengen ikut.

Jeda sejenak. 

Setelah dipastikan dia reda tuntas tangisnya. Pelan dipeluk...di ungkapkan rasa kasih sayang. 

Phiuh...episode pagi!

Quote :
Yang dibutuhkan anak saat menangis memang hanya pelukan, usapan, dan pengertian terhadapnya. 
Marah???hohoho...
Ancaman???wah...ga bisa berlaku

12 September 2012

Seri Parenting Rava : Mubazir

"Bu...kalau susu Rava ga habis nanti jadi temen setan ya?"

Si ibu yang sibuk setrika tertegun. Ini anak umur mau 4 tahun pertanyaannya itu lho ^_^

Ini kesempatan (otak berputar cari jawaban...)

"Ya nak, karena kalau tidak habis artinya "mubazir" - pasti dia ga ngerti tuh arti mubazir, hee- nah, kalau mubazir itu perbuatan setan. Jadi deh Rava temennya setan." Semoga di pahami.

"Rava ga mau ah jadi temen setan." Hoho..he understand. Alhamdulillah

Quote:
Tidak mudah menanamkan keyakinan dan pengertian pada anak atas setiap hal yang dilakukannya, apalagi jika itu dikaitkan dengan pemahaman dalam agama. Mendidik anak sedari kecil terhadap hal-hal yang sesuai dengan syariat. Perlu berulang kali. Tak bosan. Dan ilmu orangtua harus seluas lautan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan buah hati.

-Yuk, belajar lagi!