10 September 2012

Me Time (Yuuu...!)

Senang sekali jika weekend tiba. 2 hari yang menggembirakan. Bersama diri sendiri dan keluarga juga rencana-rencana seru ^_^

Inget weekend, inget Me-Time. 
Aslinya kita disibukkan dengan orang diluar diri kita. Entah itu pasangan hidup, orangtua, anak, kerabat, teman dan sahabat atau rekan kerja dan siapapun yang berkaitan dengan keseharian kita.

Sejatinya, tak punya waktu buat diri sendiri. Curi-curi ditengah segala hiruk pikuk hidup. Mengambil semenit dua menit untuk...having fun for your self. Im writing...itu me time yang paling susah dicari sekarang. Ga sempet (alasan basi). Malas..alasan paling pol sedunia. Ga punya ide...huwah...ga banget!

Then..bye-bye me time. Ga bakalan ada kalau kita ga ngusahain.

Orang bilang,"Lu keren ngatur waktunya. Hebat di time management!"
Belum tentu kalau belum punya waktu "menyendiri".

Sibuk apa sih?
Kerja, sekolah, hanging out, keluarga...atau apa?

Find your own me time..go go girls...penting banget..bener2 penting banget. 
Luangkan...luangkan. Its your time. Boleh ngapain aja yang manfaat, boleh bertafakur ria sendirian, boleh minta banyak2 sama Allah, boleh bercucuran air mata, boleh cuma diam dan merenungi setiap salah, dosa dan maksiat diri serta apa yang sudah dilakukan untuk diri dan orang lain. Boleh menuliskannya dalam bentuk 'penyesalan', boleh diskusi dengan hati sendiri untuk nge cek sejauh mana penyakit-penyakit kronis hati kita. Boleh apa saja...its your time..only you who have it.

Just you!

Waspadalah!

Jagalah harta benda anda, hati-hati dan waspadalah (Slogan Polisi di perempatan jalan).

Saya jadi inget "harta benda" yang ada di rumah saat baca poster yang besar itu. Oh ada ini, ah ada itu, eh geuning punya ini dan itu.

Lalu tiba-tiba tersadar, buat apa aja itu teh ya?
Pembelaan diri dimulai. Yg ini buat dipake ini, yang itu buat di pake ini. Semua benda ternyata punya alasan "pembelian" dan "kepemilikan".

Sayangnya, baru sadar juga. Benarkah semua harta benda yang saya miliki sudah bersertifikat "Berkah"!
Artinya..jika saya punya HP Samsung Galaxy S II (hehe..masih keinginan..amiin). Mau dipake apa? buat gaya-gaya an, buat having fun dengan fitur, buat kerja, buat ibadah atau buat ngabisin duit aja.

Naudzubillah jika HP ituh buat hal-hal mubazir..seperti sms an ga perlu dan ga penting, buat nelefon yang ga perlu, nyimpen gambar aneh-aneh, pokoknya semua hal yang udah jelas pasti "ga banget deh!"

Setiap harta benda yang kita miliki wajib di jaga. Mulai dari niat awal ingin memiliki (ingin atau butuh), pemeliharaan dan pemanfaatannya..sampai jika benda itu sudah aus pun..harus kita fikirkan manfaat buat apa lagi dan siapa.

Banyak belajar dari slogan ituh...

-mulai mau merelokasi benda2 dan harta yang tak manfaat ah...bismillah-

5 September 2012

Ah, mungkin kamu sudah stress tingkat tinggi.

Kamu mengharapkan sesuatu yang diluar nalar dan diluar jangkauan, walau nyata terpatri dalam bentuk realita. Tak semudah itu wahai hati. Ingin dan harap kita berjudul itu saja. Segala hasil dan pembuktian bukan wilayah kekuasaan kita. Sepenuhnya di sisi Allah.

Berat menjalani setiap hari dengan berjibaku pada sebuah harap dan ingin semata, tanpa melihat realita yang ada di hadapan. Belajarlah untuk membekali diri dengan ingin yang "terjangkau" dalam nalar mu, dalam realita mu.

Uji keyakinan itu ada pada setiap saat peristiwa yang menghampiri hidup kita. Bergulat dengan penat dan airmata. Menahan dan mencari sebanyak mungkin kalimat untuk menginternalkan hal positif ke dalam hati dan diri.

Ah, mungkin kamu sudah stress tingkat tinggi.
Sadari lah.

Ketenangan

Mau dicari kemana?

Orang sibuk nyari rasa tenang. Apa yang dia kejar, yang dia pertaruhkan mati-matian. Belum tentu membuat ketenangan itu hadir di hidupnya.

Kita lupa. Sesungguhnya ketenangan itu dekat. 
Sedekat nafas kita sehari-hari.
Dia hadir disini, hadir di hati, hadir pada jiwa yang disentuh Allah lewat rahman dan rahiim nya.
Lewat iman yang tertanam dan kebenaran dengan keberanian.

Belajar lagi tentang hidup. Memang tak ada habisnya.


Yuk, tentang Hijrah lagi

Memangnya bicara hijrah, bicara momentum? 
Padahal sejatinya, hijrah bisa dibicarakan dan dilakukan setiap saat.

Status BB seorang teman tentang hijrah dari kehidupan yang "ah entahlah, susah di definisikan." kemudian berhijrah ke,"sekarang sudah pasti dan terus bergerak." Membuat saya yakin, kita butuh kata -hijrah- ini untuk terus move on..berjuang ke depan...merubah sesuatu yang bisa jadi jelek, kurang, atau salah di waktu sebelumnya. 
Dan kemudian -berpindah, beralih, bermetamorfosis- menjadi sesuatu yang lebih baik, menambal yang kurang dan memperbaiki kesalahan.

Saat-saat tertentu, terlena oleh rutinitas (sekolah/kerja/aktifitas bisnis), kita lupa menengok seperti apa -makna- apa yang sudah kita lakukan. Hari, minggu dan bulan seolah cepat berlalu. Tak terasa. Sama sekali tak ada perubahan berarti, baik pemikiran, hati maupun amal perbuatan.

Hijrah...berpindah...beralih...bermetamorfosis...

Setiap saat...setiap kita bisa melakukan pilihan ini.


15 Agustus 2012

Agenda Lebaran Kami

Beginilah skenarionya :

3 hari menjelang Lebaran (Hitung mundur dari tanggal 18 ags, 17 ags, dan 16 ags, hehe)

Besok mulai libur dari kantor. Agenda sudah menanti : beres-beres rumah, nyuci dan setrika, persiapan packing untuk mudik.

Hari pertama lebaran : agenda di rumah saja, terus ke rumah mamah...keliling2 silaturahmi dan bertamu ke relasi (bu R dan Teh E), lanjut ke Gerlong, menemui Teh Ninih, ke T'Merlin, dan lanjut ke Mba Qoh di Cihanjuang..selanjutnya keliling kompleks Cihanjuang (what a day, heu)

Hari kedua lebaran : bada subuh...berangkat bertiga menuju Cirebon. Menggunakan motor...perkiraan 4 jam tiba di Kota Udang (yaa..kalo berangkat jam 5, berarti jam 9 atau 10 udah tiba disana, semoga lancar).

Langsung silaturahmi dengan keluarga besar Cirebon dan ziarah kubur.
Esoknya lanjut silaturahmi (Hari kedua di Crb).
Esoknya subuh sudah pulang lagi ke Bandung.

Hmm..semoga Allah senantiasa melindungi kami. Dan harus tetap meluruskan niat.

14 Agustus 2012

Hati ini

Hal-hal kecil pun ternyata bisa membuat hati ini terobrak abrik sedemikian rupa. Dua hari ini, ujian hati  begitu berat..ada saat ingin mujahadah selalu sabar dan bisa ikhlas. Dan perang melawan hawa nafsu pun berlanjut setiap saat, setiap hari...

-maafkan aku wahai hatiku-...aku belum jadi panglima mu